Departeman Apostolat GKPI

Salam dari Departemen Apostolat GKPI
Dengan sukacita kami mengucapkan SELAMAT memasuki bulan Mei bagi kita sekalian. Pada bulan ini ada satu momen yang sangat penting dalam iman orang-orang percaya yaitu: Hari Kenaikan Yesus Kristus. Kiranya melalui Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus di tahun ini iman kita semakin dikuatkan terutama kesehatian dan kesatuan untuk menjalankan kesaksian di tengah-tengah dunia ini. Selain itu kita juga diingatkan untuk membangun kesatuan dalam misi (United in Mission).Kiranya kita selalu "Satu dalam Kristus" yang didasarkan pada terang nas Galatia 3:27-28: “Karena kamu semua, yang dibabtis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus." Doa dan harapan kami semoga saudara-saudara pengunjung blog ini memperoleh semangat baru untuk membangun kesatuan dalam misi Tuhan. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan oleh saudara-saudara untuk mengunjungi blog ini. Tuhan memberkati.
(KADEP Apostolat: Pdt. Humala Lumbantobing, MTh)


Tentang Departemen Apostolat GKPI silahkan klik di sini...

Arsip Renungan Harian Terang Hidup GKPI





Jumat, 1 Juni  2018
JANGAN MENCEMARKAN DIRI
terutama mereka yang menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan yang menghina pemerintahan Allah. Mereka begitu berani dan angkuh, sehingga tidak segan-segan menghujat kemuliaan. (2 Petrus 2:10).

                Salah satu tugas dan tanggung-jawab orang-orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan adalah tidak mencemarkan diri terhadap segala keinginan-keinginan dan hawa nafsu duniawi. Sebab kita tahu bahwa dunia ini sekarang sedang tercemar oleh keinginan-keinginan daging dan hawa nafsu yang begitu kuat. Hal itu muncul yang diakibatkan dengan adanya paham “Hedonisme” yaitu sikap hidup yang menekankan kenikmatan duniawi dii atas segala-galanya. Jadi orang-orang berlomba-lomba menikmati hidup dan dengan segala yang diperolehnya untuk kesenangan dan kenikmatan sebab itulah tujuan hidup yang tertinggi bagi mereka. Sementa itu hal-hal yang berkaitan dengan Tuhan atau keagamaan menjadi terabaikan.
                Sikap yang menikmati dan menuruti hawa nafsu sangat dikritik oleh Rasul Petrus dalam nas ini, terutama bagi orang-orang yang sengaja menyesatkan umat Tuhan. Mereka adalah guru-guru palsu yang memasukkan pengajaran-pengajaran sesatnya di tengah-tengah umat pada waktu itu. Karena penyesatan mereka maka Tuhan akan menjatuhkan hukuman bagi mereka yaitu siksaan pada hari penghakiman (ay.9). Mereka itu adalah orang-orang yang tidak mengenal kesopanan dan mereka sengaja mempertontonkan hidup amoral. Mereka menuruti hawa nafsunya karena ingin mencemarkan diri dan menghina Allah. Sementara itu mereka bersifat berani dan angkuh dan tidak segan-segan menghujat kemuliaan. Dalam ayat 13 disebutkan mereka itu telah dikuasai oleh hawa nafsu, dan cabul (ay.14a) dan loba (ay.14b-16).
                Melalui nas ini ada dua hal yang perlu kita renungkan. Yang pertama adalah sebagai umat percaya janganlah kita meniru sikap hidup guru-guru palsu yang disebutkan dalam nas ini. Janganlah kita menuruti hawa nafsu kita dalam berbagai hal sebab itu akan mengarahkan hidup kita untuk jatuh ke dalam dosa. Sebaliknya hita harus mampu untuk mengendalikan hawa nafsu  atau keinginan daging kita terhadap godaan-godang yang sedang kita hadapi di zaman now ini. Yang kedua adalah janganlah kita bertindak sebagai seperti yang dilakukan oleh guru-guru palsu itu yaitu berupaya untuk menyesatkan orang lain dengan jalan menggoda mereka dengan berbagai tipu muslihat supaya mereka menjauh dari Tuhan. Lebih dalam lagi janganlah kita menghujat kemuliaan Tuhan sebab itu adalah dosa besar bagi kita. Tetapi sebagai orang-orang percaya, marilah kita menjaga kekudusan hidup di tengah-tengah dunia yang sedang tercemar ini. (HL)
DOA: Bapa Sorgawi, biarlah Roh-Mu membimbing setiap kehidupan kami, agar kami mampu untuk mengendalikan hidup kami dari segala hawa nafsu yang ada di dunia ini. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Kata-kata Bijak:
“Kekuatan kita dalam menjalani hidup ini adalah hidup dalam kekudusan.”


Sabtu, 2 Juni  2018
BAHAGIANYA MENGENAL YESUS
“Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”
(Matius 16:17).

                Apakah yang membuat kita bahagia dalam hidup ini? Banyak orang berpendapat bahwa kebahagiaan diperoleh ketika kita telah memiliki banyak uang dan harta, juga ketika memiliki jabatan atau kedudukan. Ada juga yang berpendapat bahwa kebahagiaan dapat diperoleh ketika impian dan cita-cita sudah tercapai dan sukses. Apakah benar demikian? Ada sebuah lirik lagu Kidung Jemaat yang mencerminkan suatu kebahagiaan untuk memiliki Yesus yaitu: K.J. No. 392: “Kuberbagagia, yakin teguh: Yesus abadi kepunyaanku! Aku waris-Nya, ‘ku ditebus, ciptaan baru Rohul kudus. Aku bernyanyi bahagia, memuji Yesus selamanya. Aku bernyanyi bahagia, memuji Yesus selamanya.” Melalui lagu tersebut kepada kita disampaikan pesan bahwa kebahagiaan yang sesungguhnya kita peroleh ketika kita mengenal dan memiliki Yesus dan itu bersifat abadi.
                Kebahagiaan yang demikian pertama sekali disampaikan oleh Yesus kepada Petrus sebagaimana dalam nas kita hari ini. Kita melihat dalam Matius 16:13-16 dikisahkan bahwa sudah sekian lama murid-murid bersama-sama dengan Yesus. Mereka hidup bersama dalam perjalanan untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Dalam perjalanan itu Yesus mengajar, membuat mujizat, menyembuhkan berbagai macam penyakit dan mengusir setan-setan. Secara khusus dalam Injil kita melihat bagaimana Yesus memberikan pengajaran-pengajaran kepada murid-murid-Nya, hingga suatu ketika ketika tiba di daerah Kaisarea Filipi, Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka ada yang mengatakan: Yohanes Pembabtis, ada juga yang mengatakan: Elia dan apa pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”. Kata yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-ku yang di sorga.”  Pengenalan Simon tersebut bukanlah karena kepintaran dan usahanya melainkan penyataan dari Allah Bapa kepadanya. Hal yang sama juga diakui oleh Paulus bahwa ia mengenal Yesus, Anak Allah adalah karena penyataan Allah Bapa (Gal.1:16).
                Dengan merenungkan nas ini, kita sebagai orang-orang Kristen pada masa kini perlu juga mengevaluasi tentang pengenalan kita kepada Yesus. Pertanyaan Yesus itu ditujukan kepada kita masing-masing. Siapakah Yesus itu bagi kita? Tuhan mengharapkan pengenalan dan jawaban kita sungguh-sungguh benar. Oleh karena itu marilah kita jawab pribadi lepas pribadi. Jika kita menjawab dengan benar itu adalah karunia bagi kita. (HL)
DOA: Bapa Sorgawi, terima kasih karena kami memahami bahwa kebahagiaan yang sejati hanyalah ketika kami percaya dan memiliki Kristus. Biarlah Roh-Mu tetap bekerja dalam hidup kami supaya kami setia kepada-Nya. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Kata-kata Bijak:
“Pengenalan yang benar akan Yesus Kristus membawa kebahagiaan sejati
bagi orang-orang percaya.”

Minggu, 3 Juni 2018

KEKUATAN ALLAH ATAS DUNIA
“Dan aku mendengar mezbah itu berkata: “Ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa, benar dan adil segala penghakiman-Mu.” (Wahyu 16 : 1 – 7).

                Minggu 1 setelah Trinitatis adalah minggu pertama yang dirayakan oleh gereja setelah kebangkitan Tuhan Yesus dari kematian (Paskah). Minggu ini menjadi pertanda bahwa dunia maut atau kematian telah dikalahkan oleh Kuasa-Nya. Sehingga kuasa Tuhan menjadi semakin tampak dalam kekuatan-Nya yang mengalahkan kekuatan dunia. Inilah keyakinan dan sekaligus harapan bagi orang percaya bahwa di dalam kuasa Tuhan Yesus semua yang ada di bumi menjadi tunduk kepada-Nya, bahkan di Sorga, Ia pun diberi kuasa untuk melakukan penghakiman, kebenaran dan keadilan seperti yang sudah dinyatakan-Nya di dalam dunia kematian seperti dalam bacaan kita kali ini. Bahwa kesaksian Yohanes dalam menerima wahyu (penglihatan) dari Tuhan Yesus menjadi bukti bahwa kuasa-Nya memang sungguh nyata dan harus diyakini penuh oleh setiap pengikut-Nya. Kuasa dan kekuatan Tuhan itu adalah mutlak atas segala sesuatu yang ada di dunia ini dan tidak ada yang lain berkuasa kecuali Dia.
                Dikatakan dalam penglihatan itu, ada suara yang keluar dari “mezbah”. Sebenarnya mezbah yang dimaksudkan disini tidak berbicara, tetapi roh mereka yang ada di bawah mezbah itu yang berbicara. Ini merupakankiasan yang biasa dipakai dalam sastra Ibrani dan Yunani. Dalam pasal 6:9-10 dikatakan: “…aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah dibunuh oleh kesaksian yang mereka miliki. Dan mereka berseru dengan suara nyaring, katanya: “Berapa lamakah lagi, ya Penguasa yang kudus dan benar, Engkau tidak menghakimi dan tidak membalaskan darah kami kepada mereka, yang diam di bumi?” Setiap orang yang telah mengalami penganiayaan dan kematian karena Kristus, tidak akan pernah dibiarkan mati sia-sia, sehingga dalam penglihatan itu Yohanes semakin yakin, bahwa waktunya sudah ditentukan dan semua manusia akan menghadapi penghakiman akhir.
                Melalui pewahyuan itu, Yohanes mengingatkan semua orang percaya agar tidak meragukan kebenaran Allah dalam melakukan penghakiman-Nya. Pada akhir zaman ini tidak ada yang akan terluput dari peristiwa penghakiman itu, sebab keadilan dan kebenaran Tuhan sedang dan akan dinyatakan segera. Marilah kita tetap berjuang dan bertahan sekalipun kesusahan dan penderitaan terus menghimpit kita, sebab segala jerih payah kita didalam Tuhan tidak akan sia-sia, bahkan kematian kita sekalipun akan menjadi kemenangan seperti yang telah disaksikan oleh Yohanes atas kematian orang-orang yang telah berjuang dalam imannya kepada Kristus. Perjuangan kita masih berlangsung, tetaplah setia karena kekuatan Allah telah menang atas kuasa dunia. (EDS).

DOA: Bapa Sorgawi terima kasih atas firman-Mu. Ajar  dan kuatkalah kami Tuhan agar kami kuat bertahan dan berjuang dalam perjalanan hidup ini sampai akhirnya, sehingga Engkau mendapati kami tetap setia. Amin.

Kata-kata Bijak:
Semua perkara berat dan penderitaan telah ditanggung oleh Tuhan. Perjuangan kita hanyalah bertahan sebab kekuatanNya sudah mengalahkan semua penderitaan.
Senin, 4 Juni 2018

KUASA YANG MENGHIDUPKAN
“Pada waktu itu akan mengalir air kehidupan dari Yerusalem; setengahnya mengalir ke laut timur, dan setengahnya lagi mengalir ke laut barat; hal itu akan terus berlangsung dalam musim panas dan dalam musim dingin.”  (Zakharia 14 : 8).

                Semua tanaman membutuhkan air. Tanpa air tanaman akan mati karena kekeringan. Karena itu air harus dialirkan agar tanaman menjadi segar, bertumbuh dan berbuah. Seperti halnya petani yang menanam padi di sawah, tentulah sangat membutuhkan aliran air untuk mengairi sawahnya yang telah ditanam. Jika sawahnya tidak dialiri air atau mengalami kekeringan maka padinya akan terancam mati kekeringan. Demikian juga nas yang kita renungkan pada saat ini, bahwa Tuhan pun akan memberikan keselamatan kepada seluruh dunia yang akan terus berlangsung di dalam segala musim; tidak pernah berhenti mengalir, yang dimulai dari Yerusalem sebagai tempat yang dipilih Tuhan untuk menyaksikan kuasa-Nya yang menghidupkan.
                Yerusalem melambangkan keselamatan yang bersumber dari Tuhan. Sebagaimana nubuatan yang disampaikan nabi Zakharia ini telah digenapi oleh Tuhan Yesus, bahwa melalui karya keselamatan-Nya maka keselamatan hidup dialirkan kepada semua orang (gambaran air yang mengalir ke laut barat dan laut timur). Tuhan Yesuslah yang dibuatkan sebagai Raja Damai dan menjadikan Yerusalem sebagai pusat pemberitaan-Nya. Dari kota ini akan mengalir keselamatan tanpa henti yang menyelimuti seluruh bumi sehingga hanya Tuhan saja yang disembah sebagai Juru Selamat. Hal ini terbukti dari para murid yang akhirnya “pergi bersaksi” mengalirkan keselamatan itu kepada seluruh dunia, yang tidak akan berhenti dan terus berlangsung dalam pekerjaan Roh Kudus (gambarandari air yang terus mengalir dalam musim panas dan musim dinging). Juga yang kita imani dalam perkataan Tuhan Yesus dalam Yoh. 7:38 “Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh kitab suci: dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” Aliran-aliran hidup itu akan mendorong kita untuk secara aktip terus berbagi. Bahwa kita pun yang telah menerima kuasa Kristus yang menghidupkan dan itu  akan memampukan kita mengalirkan kasihNya juga kepada sesama di tengah-tengah dunia ini
                Kuasa Kristus yang telah menghidupkan kita adalah kuasa yang juga harus kita alirkan sepanjang hidup kita. Sebab itulah yang menjadi tugas orang percaya; bersaksi agar Kuasa-Nya semakin nyata. Seperti sebuah sungai yang terus mengalir dan menghidupkan tanaman yang disekitarnya, demikianlah juga hidup kita yang telah menerima kuasaNya. Hidup harus menjadi berkat dengan cara mengalirkan kebaikan-kebaikan kita untuk menghidupkan sesama dan orang banyak yang ada disekitar kita. Masihkah kebaikanNya yang telah kita terima mengalir dari hidup kita setiap hari? (EDS).

DOA: Ya Tuhan Yesus, teruslah mengalir kuasa-Mu dalam hidupku, sehingga aku penuh dan mengalirkan kasih-Mu kepada semua orang yang ada disekitarku. Amin

Kata-kata Bijak:
“Hidup orang beriman adalah seperti sungai yang terus mengalir. Hidup yang menjadi berkat dan memberi kehidupan bagi sekitar.”

Selasa, 5 Juni 2018

SEKARANG WAKTUNYA
“Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan.” (Kisah Para Rasul 22 : 16).

                “Kau s’lalu punya untuk menolongku, Kau s’lalu punya cara untuk menopangku, Kau dahsyat dalam segala perbuatanMu, dan ku tenang, di dalam caraMu.” Penggalan refrein lagu tersebut merupakan kesaksian akan cara Tuhan dalam menolong dengan cara yang luar biasa. Sehingga ia tidak ragu akan kuasaNya untuk mengubah hidupnya; dari tidak punya tujuan dan jaminan, menjadi terheran-heran karena Tuhan menolong dan menopang hidupnya. Begitulah cara Tuhan yang selalu unik pada setiap orang yang dipanggil dan dipakai-Nya. Seperti kisah pertobatan Paulus yang juga sangat unik dalam renungan kita saat ini.
                Kis. 22:16 ini menjelaskan tentang pembelaan Paulus kepada orang-orang Yahudi yang menangkapnya ketika ia bersaksi tentang siapa Yesus Kristus baginya. Kesaksian Paulus itu justru dianggap hasutan dan penistaan terhadap hukum taurat dan penentangan terhadap bangsa Yahudi. Namun dalam pembelaan itu Paulus menegaskan siapa dia dan asal-usulnya yang adalah seorang Yahudi tulen. Hal itu ditegaskannya dalam peristiwa yang mengubah imannyadalam “perjalanan ke Damsyik” dan sekaligus mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus dan memilihnya sebagai saksi-Nya (ay. 10). Peristiwa itu membuat Paulus semakin yakin bahwa Tuhan Yesus-lah yang memilihnya dan menolongnya untuk lepas dari kekeliruan yang selama ini diyakininya sebagai orang Yahudi. Karena itulah Paulus merasa berhutang dan memberitakan apa yang telah disaksikannya, bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat yang harus disembah. Kepercayaan seperti inilah yang terus-menerus menodorongnya untuk pergi memberitakan Injil.
                Cara Tuhan menolong setiap orang yang dikasihiNya memang berbeda-beda dan unik. Hal itu bergantung dari kepekaan setiap orang yang mendengar suara-Nya. Sesungguhnya Suara  Tuhan selalu berseru dan memanggil kita senantiasa, baik lewat firman-Nya yang kita dengar melalui khotbah, kesaksian orang lain (video atau audio), Alkitab, maupun dari peristiwa langsung seperti diijinkan melangalami sakit, insiden dsb. Semuanya bisa dipakai Tuhan untuk mendatangkan kebaikan bagi kita. Namun, Paulus memilih dengan benar. Ia tidak ragu dan berbalik dari hidupnya yang keliru. Mungkin kita sering seperti Paulus yang merasa sudah “benar”, sudah “saleh” dengan setiap peribadahan kita tetapi kita jauh dari suara Tuhan Yesus. Mari segera periksa, apakah hati kita masih peka mendengarkan suara-Nya? Apakah kita masih merindukan suara Tuhan yang adalah makanan rohani kita? Jika masih ragu, sekarang waktunya; mari dengarkan suara-Nya dan lakukan apa yang dikehendaki-Nya. (EDS).

DOA: Ya Tuhan Yesus, ajari kami mendengarkan suara-Mu, yang senantiasa kami rindukan untuk berjalan bersama-Mu menuju sorga yang baka. Amin.

Kata-kata Bijak:
“Yesus memanggil mari seg’ra, ikutlah  jalan s’lamat baka;  Jangan sesat  dengar
sabda-Nya; hai marilah seg’ra.” (KJ. 355)

Rabu, 6 Juni 2018

JANJI TUHAN ADALAH BERKAT
“Tetapi, negeri, ke mana kamu pergi untuk mendudukinya, ialah negeri yang bergunung-gunung dan berlembah-lembah, yang mendapat air sebanyak hujan yang turun dari langit; suatu negeri yang dipelihara oleh Tuhan, Allahmu; maka Tuhan, Allahmu, tetap mengawasinya dari awal sampai akhir tahun.”  (Ulangan 11 : 11 – 12).

                Senang dan bersukacita rasanya ketika saya pernah menikmati jamuan makan malam di rumah jemaat. Ada sayuran, ikan dan buah yang serba lengkap dihidangkan untuk saya nikmati. Bahkan setelah selesai makan, saya disuguhkan segelas bandrek panas untuk menghangatkan tubuh karena suasana malam yang semakin dingin. Dalam obrolon yang santai itu, si ibu bersaksi bahwa berkat Tuhan yang mereka terima semakin bertambah karena mereka semakin menyadari bahwa janji Tuhan sungguh menyertai mereka. Beras, sayur, ikan dan jahe merah serta serai adalah hasil kebun yang sudah mereka peroleh dari program kelompok tani yang mereka ikuti. Jadi apa yang ada sekarang ini di tengah-tengah keluarga mereka adalah bukti nyata berkat-berkat Tuhan. Semuanya membuat mereka semakin bersyukur dan bersukacita atas janji berkat-Nya.
                Demikian halnya nasihat yang disampaikan Musa kepada bangsa Israel agar tetap memegang janji mereka kepada Tuhan dan jangan melupakan sejarah penyertaan-Nya. Musa mengulang kembali perjanjian itu agar mereka tidak lupa bahwa Tuhan-lah yang memelihara dan memberkati mereka. Karena itu umat-Nya harus tetap hidup menurut hukum yang telah diikatkan dalam perjanjian yang pertama di gunung Sinai, karena tanah yang akan mereka masuki adalah tanah yang berlimpah dan Tuhan tetap mengawasi mereka senantiasa. Janji Tuhan adalah berkat, selalu menyertai dan mendatangkan kebaikan bagi setiap orang yang berharap dan mengandalkan-Nya. Inilah perjanjian yang harus dipegang oleh bangsa Israel agar mereka tidak menyimpang dan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, Allah (Ulangan 11:8-15). Tuhan merindukan mereka untuk tetap setia dalam perjalanan hidupnya sekalipun akan banyak tantangan dan rintangan yang akan dihadapai oleh mereka.
                Hingga saat ini janjiNya senantiasa menyertai kita, kehidupan yang sehat dan sukacita menjadi salah satu tanda bahwa Tuhan tidak pernah membiarkan dan meninggalkan umat-Nya. Janji-Nya inilah yang harus terus diulang kepada generasi kita. Keluarga dan gereja harus terus mengulang-ulang pengajaran ini bahwa janji berkat-Nya selalu baru setiap hari. Janji Tuhan selalu menyertai orang-orang yang setia memegang janji-Nya sebab Ia senantiasa menyertai kita sampai akhir zaman. Kesaksian iman umat Tuhan dalam Alkitab adalah teladan yang harus kita ikuti bahwa berjalan bersama Tuhan tidak akan pernah membuat hidup kita sia-sia, sebab janjiNya adalah berkat.(EDS).

DOA: Ya Tuhan Yesus, aku bersyukur atas janji berkat-Mu. Ajarlah aku tetap setia dan berpegang kepada peritah-Mu, sebab janji-Mu selalu baru dalam hidupku. Amin

Kata-kata Bijak:
Janji yang manis hanya bersumber dari Tuhan,  “Kau tidak kan Aku lupakan, Aku-lah yag membimbingmu, Aku-lah yang menolongmu, yakinlah teguh! (PKJ. 165)

Kamis, 7 Juni 2018

BERUBAH UNTUK BERBUAH
Sebab Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus, dan hujan lebat ke atas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas keturunanmu, dan berkat-Ku
ke atas anak cucumu.” (Yesaya 44 : 3).

                Apa yang ada dalam benak kita ketika bersama dengan orang yang bertato? Menyeramkan, menganggapnya rendah atau menjauhinya? Setiap orang pasti punya kesan yang berbeda. Pengalaman saya justru berbeda ketika dilayani oleh pemuda yang bertato pada seluruh tubuhnya. Waktu itu pemuda tersebut adalah panitia yang bertugas mengantarkan saya ke bandara setelah selesai dari sebuah pertemuan. Dalam perjalanan saya berkata, “saya salut denganmu dek, karena tidak banyak pemuda sepertimu yang mau melayani di gereja.” Dan jawaban pemuda itu membuat saya heran, “semua orang pasti mengalami titik jenuh dalam menjalani hidup dan kondisi itu akan membuatnya kembali kepada Tuhan. Saya juga menyadari pernah ada dalam kondisi itu dan itulah yang membuat saya berubah dan datang ke gereja.”Kisah pemuda ini mengingtkan kita dengan perjalanan hidup bangsa Israel yang terbuang dan mengalami kekeringan rohani. Namun Tuhan tetap setia menggenapi janji-Nya dan memulihkan dengan pasti.
                Sekalipun sebagian besar bangsa Israel adalah orang-orang yang meninggalkan Tuhan pada zaman nabi Yesaya, tetapi Tuhan tetap bernubuat melalui Yesaya, bahwa akan tiba waktunya Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya kepada angkatan yang berikutnya. Dan penggenapan itu semakin penuh bagi bangsa Israel (orang Yahudi) setelah mereka menerima Yesus Kristus sebagai Mesias, yaitu Tuhan dan Juru Selamat mereka. Hal inilah yang dikaitkan dengan pencurahan Roh Allah atas umat-Nya, dimana terjadi pemulihan, berkat dan keselamatan yang mereka terima sebagai umat pilihan-Nya. Penghiburan ini memberikan mereka pengharapan setelah tertawan di Babel 150 tahun. Janji pemulihan Tuhan sudah dinyatakan-Nya dengan tegas (ay. 1) bahwa Ia yang memilih mereka; Ia tidak pernah berubah dan janji-Nya tetap seperti yang telah direncanakan-Nya. Tuhan akan tetap setia menyertai dan memberkati umat-Nya.
                Sekalipun kita seringsekali meninggalkan-Nya, tetapi Ia tidak pernah menghapus janji pemilihan dan pemulihan-Nya dari kita. Tuhan senantiasa membaharui dan mengingatkan umat-Nya melalui hamba-Nya.Janji itu tidak terbatas hanya pada kita, bahkan sampai kepada anak-cucu kita; Ia akan tetap menyertai dan mencurahkan Roh-Nya. Jika Roh-Nya bekerja maka disanalah terjadi pertobatan; perubahan hidup yang memampukan setiap orang yang dibaharuinya menyatakan diri sebagai umat kepunyaan Tuhan (ay. 5). Marilah kita bersyukur dan senantiasa berubah seperti pemuda diatas, karena Tuhan Yesus senantiasa memanggil kita untuk mengikut-Nyaagar kita berbuah di dalam Roh-Nya.

DOA: Ya Tuhan Yesus, ampuni kami yang seringkali meninggalkan-Mu. Tuntun kami di dalam Roh-Mu agar kami berubah dan berbuah di dalam kasih-Mu. Amin

Kata-kata Bijak:
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, Tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu (Roma 12:2).

Jumat, 8 Juni 2018

PERCAYA DAN MENGANDALKAN TUHAN
“Tetapi kamu harus beribadah kepada Tuhan, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit
dari tengah-tengahmu. (Keluaran 23 : 25).

                Tidak ada yang kebetulan terjadi dalam hidup ini. Semua terjadi atas kuasa dan kehendak Tuhan, sebab ia yang berkuasa dan mampu mengendalikan seluruh alam semesta. Apapun yang ada dibawah kolong langit ini tidak dapat terjadi tanpa kuasa dan kehendak Tuhan. Seperti pegalaman saya ketika bersama jemaat dalam marsuan eme (menanam padi), bahwa ada jemaat yang menyadari bahwa mereka mau mengandalkan Tuhan dalam usaha pertanian mereka, namun ada juga jemaat yang menganggap upaya yang kami lakukan itu tidak penting. Dalam doa syukur dan nyanyian kami mulai menanam padi dan selanjutnya mereka yang melanjutkan. Suatu ketika jemaat itu bersaksi, bahwa hujan lebat dan banjir besar menenggelamkan lokasi persawahan di kampung mereka, dan anehnya hanya padi mereka yang tidak mengalami kebanjiran.Tidak ada yang perlu dibanggakan, hanya perlu bersyukur karena Tuhan yang memberkati jika kita percaya dan mengandalkan kuasa-Nya.
                Demikian juga janji Tuhan kepada umat pilihan-Nya, Israel, yang kita renungkan saat ini. Janji berkat Tuhan akan senantiasa menyertai umat, jika mereka tetap setia dan beribadah kepada-Nya.Tetapi, sebelum janji berkat ini disampaikan, terlebih dahulu Tuhan mengingatkanagar umat Tuhan jangan sujud menyembah kepada allah orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, dan orang Yebus yang akan mereka jumpai.Bahkan mereka harus menghancurkan semua patung berhala buatan itu(ay. 23-24).Mengapa semua itu harus dilakukan? Tentu supaya bangsa Israel selamat dan hidup berlimpah berkat, sebab allah bangsa lain dan berhala yang mereka jumpai itu tidak dapat memberikan janji berkat seperti apa yang telah dan akan dilakukan-Nya untuk bangsa Israel sejak semula.Allah tetap menyatakan janji berkat dan keselamatan itu melalui Tuhan Yesus Kristus, yang senantiasa ada menyertai, menyembuhkan sakit-penyakit dan membangkitkan semua orang yang percaya kepada-Nya dari kematian, sebab Dia-lah, Jalan, dan Kebenaran dan Hidup (bnd. Yoh. 14:6).
                Upaya dan usaha yang kita lakukan di dalam keseharian hidup tidak akan pernah membuahkan hasil yang baik jika kita tidak melibatkan Tuhan. Banyak kesaksian yang telah kita ketahui dari Alkitab dan juga kesaksian hidup yang kita dengarkan dari sesama kita, bahwa pengalaman hidup mereka bersama Tuhan sungguh menjadi jaminan yang pasti. Dan, ketika mereka melupakan Tuhan berbagai musibah; sakit-penyakit dan malapetaka menanti. Tetapi hanya janji Tuhan-lah yang senantiasa menyertai jika kita tetap percaya dan mengandalkan kuasa-Nya didalam setiap pekerjaan dan usaha kita setiap hari.(EDS).

DOA: Ya Tuhan Yesus, aku mau setia dan berjanji beribadah kepada-Mu. Sertai langkahku dan ingatkanlah selalu, agar aku berjalan senantiasa bersama-Mu. Amin.

Kata-kata Bijak:
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. “(Amsal 3 : 5).
Sabtu, 9 Juni 2018

TERANG YANG MENEDUHKAN
“Kiranya negerinya diberkati oleh Tuhan dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah.” (Ulangan 33 : 13b)

                Ada pribahasa yang mengatakan, “harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meinnggalkan nama.” Arti dari peribahasa tersebut sangat mudah diketahui, bahwa setelah seseorang meninggal atau mati maka yang dikenang dari nama seseorang adalah pekerti yang baik atau perilakunya yang buruk. Oleh sebab itu kita perlu menjaga nama baik dan melakukan yang baik selama masih hidup, sehingga oranglain akan mengingat kebaikan yang kita lakukan bahkan memberi inspirasiatau menjadi berkat bagi orang banyak.Demikian halnya Musa yang menjadi abdi Allah dalam membawa bangsa Israel keluar dari Mesir menuju tanah Kanaan. Meski ia sendiri tidak mendapatkan jaminan untuk masuk ke dalam tanah perjanjian itu tetapi ia tetap meninggalkan yang baik untuk bangsanya. Bahkan ia tetap berdoa untuk semua suku-suku Israel sebelum ia mati.
                Pesan yang disampaikan Musa dalam pasal 33 ini juga adalah berkat yang diberikannya kepada orang Israel. Ayat 13 adalah salah satu pesan dan berkatnya yang disampaikan kepada keturunan Yusuf agar diberkati Tuhan dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah; dengan yang terbaik dari yang dihasilkan matahari…(ay. 14). Hal inilahyang menjadi doa Musa untuk keturunan Yusuf agar mereka berbahagia dan hidup benar dihadapan Tuhan, semua tempat mereka berdiam bersama Tuhan akan diberkati. Matahari dan bulan menjadi simbol keagungan Tuhan bagi mereka. Bahkan mereka akan aman karena Tuhan-lah yang menjadi perisai pertolongan dan pedang kejayaan mereka (ay. 29). Setelah Musa menyampaikan pesannya kepada seluruh suku-suku Israel dan memberkati mereka, maka naiklah ia ke gunung Nebo untuk melihat negeri yang sudah dijanjikan Tuhan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Dan setelah itu barulah ia mati (Ps.34:5).
                Kisah nabi Musa menjadi sejarah yang penting bagi umat Tuhan. Sebagai tokoh penting dan sebagai abdi Allah, ia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Tuhan. Pesan dan berkat Musa bagi suku-suku Israel menjadi nyata karena ia tetap mendoakan umat-Nya sekalipun ia tidak mendapat bagian dalam tanah perjanjian yang sudah disediakan Tuhan. Namun, pekerti atau teladan Musa inilah yang harus dilakukan oleh orang percaya, bahwa kita pun harus senantiasa mewariskan kebaikan; teladan yang memberkati banyak orang selama kita masih hidup. Terus berbuat baik dan mewariskan kebaikan selama hidup adalah sebuah kesempatan yang kita imani, bahwa hidup ini sudah diselamatkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Marilah memperlihatkan keselamatan itu kepada semua orang dengan perbuatan baik, sebagai terang yang meneduhkan. (EDS).

DOA: Ya Tuhan Yesus, bimbinglah aku melakukan kebaikan seperti yang Engkau ingini. Agar aku menjadi berkat bagi sesama sampai ajal menjemputku. Amin.

Kata-kata Bijak:
Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang sebab Tuhan sudah dekat!

Minggu, 10 Juni 2018
SATU-SATUNYA JALAN
“Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.  Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan  dosa-dosa yang terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya”. (Roma 3:25).

                Di Malaysia selama Perang Dunia II, seorang petani yang merasa simpatik dengan perjuangan seorang tawanan perang membantunya melarikan diri dengan menunjukkan baginya jalan ke pantai, dan dari sana dapat meloloskan diri. Ketika mereka berjalan menuju pantai, mereka terhalang oleh hutan rimba yang tidak mungkin ditembus. Tidak ada tanda-tanda kehidupan manusia dan bahkan tidak ada jejak sedikit pun untuk dilalui. Tawanan itu semakin merasa lelah dan mulai merasa ragu. Maka ia menatap pemandunya dan bertanya, “Apaklah engkau yakin ini jalannya?” Orang Malaysia itu menjawab dalam bahasa Inggris terbata-bata, “Tidak ada jalan! Akulah jalan itu.” Alangkah kata-kata tersebut menyerupai kata-kata Yesus dalam Yohanes 14:6, “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.”
                Demikianlah Firman Tuhan dalam renungan hari ini mengingatkan bahwa: “Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya.”  Sejak awal penciptaan, manusia telah jatuh ke dalam dosa. Manusia adalah makhluk yang mulia, yang serupa dan segambar dengan Allah. Akan tetapi, dosa yang telah diperbuat manusia telah membuatnya jauh dari Allah. Sehingga Allah menghukum manusia karena dosa-dosanya. Manusia yang berdosa itu telah menjadi seteru Allah. Namun, karena besarnya kasih dan anugerah Allah, Kristus Yesus, Anak Allah telah menjadi jalan satu-satunya. Kristus Yesus ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian. Jalan yang memulihkan hubungan manusia dan Allah yang telah rusak akibat dosa. Kristus Yesusyang adalah satu-satunya jalan sehingga manusia beroleh kedamaian dan keselamatan. Hanya di dalam Kristus, orang percaya menemukan jalan menuju keselamatan dalam hidupnya. Seperti seorang tawanan yang meloloskan diri dalam cerita itu, ia semakin merasa lelah dan mulai merasa ragu, demikian juga kehidupan manusia tanpa Kristus.
                Jalan kehidupan masih harus terus dilanjutkan. Selama manusia hidup di dunia ini, ia harus terus berjalan menelusuri banyaknya jalan yang lain, yang bisa saja membawanya ke tujuan yang salah. Banyaknya jalan lain yang lebih mudah untuk ditapaki. Namun, semuanya itu bukanlah jaminan, kita bisa sampai ke tujuan yang benar. Yesus Kristus-lah satu-satunya jalan supaya perjalanan kehidupan kita di dunia ini tidak tersesat. Supaya perjalanan kehidupan yang masih harus kita lanjutkan  dapat menghantarkan kita sampai ke tujuan yang benar. Sekalipun, pasti banyak tantangan atau rintangan dalam meneruskan perjalanan kita di dunia ini, namun ketika Yesus yang menjadi pemandu jalannya, maka kita tidak akan ragu untuk terus berjalan. Karena Dia-lah satu-satunya jalan.

DOA: Ya Kristus Juruselamat kami, Engkau-lah satu-satunya jalan agar kami beroleh keselamatan. Mampukan kami Tuhan, untuk selalu setia berjalan bersama-Mu. Amin.

Kata-kata Bijak:
Hanya Yesuslah satu-satunya Jalan dan Kebenaran dan Hidup, tidak ada yang lain.”

Senin, 11 Juni 2018

PERCAYA DAN TAAT HANYA KEPADA ALLAH
“Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gementar, sebab TUHAN ALLAH itu kekuatanku  dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan”. (Yesaya 12:2-3).

                Seorang veteran Angkatan Laut menyatakan bahwa disiplin dan ketaatan merupakan sesuatu yang mutlah perlu. Kedua hal itu harus dimiliki seorang pelaut untuk mengikuti peraturan-peraturan secara otomatis tanpa banyak bertanya. Suatu saat, hidupnya mungkin tergantung pada kedua hal itu. Ia memberikan teladan dengan cara hidupnya sendiri. Ia bekerja pada sebuag kapal pandu yang sedang menarik sebuah kapal yang sangat berat ke lautan lepas. Dengan sebuah tali kawat besar, kapal itu dihubungkan ke kapal pandu. Sekonyong-konyong angin topan bertiup dengan kencang dan dengan suara yang amat keras sang opsir memberikan komando, “Tiarap!” Serentak setiap awak menjatukan dirinya ke dek kapal. Pada saat itu, kabel raksasa berderik dan akhirnya terlepas serta mendera kencang bagaikan ular tembaga yang sedang geram. Jika ada yang terkena pukulannya, orang itu akan terbelah dua. Ketaatan telah menyelamatkan hidup mereka.
                Kisah di atas mengajarkan bahwa ketaatan akan menghasilkan keselamatan. Demikian juga penulis kitab Yesaya dalam renungan hari ini, mengajarkan bahwa ketaatan kepada Allah-lah yang dapat membuat umat-Nya mendapatkan keselamatan. Percaya dan taat kepada Allah adalah prinsip hidup orang percaya. Karena Allah adalah keselamatan, kekuatan, dan mazmur bagi setiap orang yang sungguh-sungguh percaya dan taat kepada-Nya. Percaya dan taat kepada Allah akan membuat setiap orang percaya sungguh merasakan keselamatan dari Allah. Seperti seorang yang menimba air dari mata air keselamatan. Air yang tidak akan pernah habis, karena diambil langsung dari sumber air atau dari mata air itu sendiri. Demikian juga keselamatan dari Allah. Dengan percaya dan taat hanya kepada Allah maka keselamatan itu  tidak akan pernah putus, karena bersumber dari Allah sendiri.
                Percaya dan taat kepada Allah adalah sebuah pilihan hidup yang benar. Tentunya, pilihan ini tidak hanya dibuktikan lewat kata, tetapi juga lewat tindakan dalam hidup setiap hari. Banyaknya tantangan dan segala pergumulan hidup dapat membuat kita goncang akan pilihan itu. Bahkan, dapat membuat kita ragu : “Apakah Allah sungguh-sungguh sumber  keselamatan-ku, apakah Allah sungguh-sungguh mengasihi-ku...?” Untuk itu, ayat renungan ini sangat penting mengarahkan kita untuk benar-benar merenungkan, apakah kita telah sungguh-sungguh percaya dan taat kepada Allah? Apakah dalam kehidupan kita setiap hari, kita telah benar-benar berserah kepada Allah.? Melalui firman Tuhan hari ini kita diajak untuk kembali kepada panggilan kita sebagai orang percaya, yaitu percaya dan taat kepada Allah. (JLS).  

DOA: Ya Allah, sumber keselamatan kami. Ajari kami untuk benar-benar mempercayakan diri kami kepada-Mu, sehingga nyatalah kuasa-Mu  dalam hidup kami. Amin.

Kata-kata Bijak:
“Allah adalah sumber keselamatan bagi setiap orang yang setia dan taat kepada-Nya”
Selasa, 12 Juni 2018

KEBAIKAN TUHAN
“Namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu.  Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan”. (Kisah Para Rasul 14:17).

                Seorang ibu dan putrinya yang berumur empat tahun sedang bersiap-siap untuk istirahat malam. Si kecil takut akan kegelapan dan ibunya, yang hanya sendiri bersama putrinya, mencemaskan keselamatan mereka. Ketika terlihat ada terang bulan di halaman mereka, anak itu mengamatinya melalui cela jendela. “Mami”, tanya si kecil, “Apakah bulan itu cahaya Allah?” “Ya”, kata ibunya “Dan cahaya Allah selalu bersinar”. Lalu pertanyaan berikutnya adalah, “Apakah Allah akan memadamkan cahaya-Nya, kemudian pergi tidur juga?” “Tidak anakku.” Allah tidak pernah tidur. Lalu dari kepolosan imannya sebagai seorang anak, si kecil mengatakan sesuatu yang mengusir ketakutan ibunya, “Baik”, kata si kecil, “selama Allah tetap berjaga, saya tidak takut”. Seperti yang telah dikatakan para penyair dan pemazmur, “Selama Allah bertakhta di dalam surga-Nya, segala sesuatu di bumi terjamin.” Melalui cerita ini si anak telah menjapat pengajaran iman dari ibunya tentang kebaikan Tuhan. Sehingga, si anak tadi telah mulai mengenal kebaikan Allah mulai dari masa kecilnya. Hingga kelak ia bertumbuh dewasa, ia akan terus mengenal Allah dengan segala kebaikan-Nya.
                “Kebaikan Allah”, itu jugalah yang diberitakan para Rasul melalui ayat renungan hari ini. Kebaikan Allah itu sudah diberikan mulai dari masa lampau, ketika Allah sendiri menyatakan diri-Nya. Allah yang menyakan diri itulah, yang senantiasa memberikan berkat dan anugerah-Nya di bumi ini. Dia-lah Allah yang menurunkan hujan dari langit untuk membasahi bumi sehingga semua makhluk bersukacita atasnya. Allah yang menyatakan diri juga memberikan musim-musim subur bagi manusia. Sehingga manusia dapat bersukacita untuk menuai dari apa yang telah ditabur. Layaknya seorang petani yang bersukacita karena masa menuai sudah dekat, demikianlah manusia bersukacita hanya karena kemurahan dan kebaikan Allah. Sungguh, tidak terhitung berkat dan kebaikan Allah dalam dunia ini.
                Bersyukur atas semua kebaikan Allah, adalah sikap hidup yang harus dilakukan semua orang percaya. Kita harus bersyukur karena kasih dan anugerah-Nya senantiasa menyertai kehidupan kita. Hidup yang bersyukur atas semua kebaikan Allah juga dapat diwujudkan ketika keberadaan kita dapat menjadi berkat bagi orang lain. Melalui diri kita, orang lain juga dapat merasakan semua kebaikan Allah dalam hidupnya. Segala berkat Tuhan yang sudah kita terima dari Allah juga harus kita bagikan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Karena kebaikan Allah, maka kita diberkati untuk menjadi berkat.  bagi semua orang dan ciptaan Tuhan lainnya. (JLS).

DOA: Ya Allah Bapa yang rahmani, kami bersyukur untuk semua kemurahan dan kebaikan-Mu yang telah kami terima dalam hidup kami. Mampukan kami juga ya Tuhan, untuk dapat menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

Kata-kata Bijak:
“Berkat Kebaikan Tuhan mari hitunglah, kau ‘kan kagum oleh kasih-Nya.”

Rabu, 13 Juni 2018

KETEGUHAN HATI
“Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu”. (Amsal 27:19).

                Seorang pria yang saya kenal menderita cedera berat karena tertabrak oleh seorang supir mabuk, ketika ia masih berusia 15 tahun. Ia kehilangan salah satu kakinya. Ia telah melangsungkan pernikahan yang bahagia, dan setelah enam tahun istrinya meninggalkannya, kemudian kawin dengan pria lain. Namun, ia memutuskan untuk tetap melakukan yang terbaik bagi dirinya dan sesamanya. Maka ia mendapat gagasan untuk menjadi sahabat pena orang-orang cacat yang lebih buruk keadaannya dari dirinya. Ia meluangkan banyak waktunya dengan seorang sahabat yang telah dihantam bagian kepalanya dengan sebuah bola kriket ketika ia berusia sembilan tahun, dan tidak dapat memanfaatkan kedua lengan dan kakinya. Ia menghabiskan waktu lebih dari empat puluh tahun di sebuah rumah sakit. Pria itu menjawab temanku dengan tiga halaman surat yang berisi pujian yang membesarkan hati dan menggirangkan dalam setiap kalimatnya. Dan dapatkah anda bayangkan bagaimana caranya ia menyelesaikan suratnya? “Saya berterima kasih kepada Tuhan”, tulisnya. “Saya bersyukur kepada Allah bahwa saya dapat menulis surat saya sendiri, dengan menggunakan mulut.” Keteguhan Hati, itulah yang memampukan orang-orang dalam cerita di atas untuk tetap berjuang melanjutkan perjalanan hidupnya.
                Penulis Amsal dalam renungan hari ini berkata : “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.” Keteguhan hati yang dimiliki oleh kedua orang dalam cerita tadi, mencerminkan kepribadian, karakter, perilaku dari mereka. Hati yang teguh membuat mereka menjadi manusia yang tidak mudah menyerah dengan keadaan. Karena keadaan yang sulit dan terpuruk oleh berbagai penderitaan yang terjadi dapat membuat manusia berubah dari jati diri yang sebenarnya. Mulanya, berkepribadian yang kuat dan percaya diri. Akan tetapi, setelah penderitaan terjadi dirinya menjadi pribadi yang rapuh dan selalu menyalahkan diri sendiri. Sehingga Keteguhan hati harus benar-benar dijaga dan dipertahankan. Seperti yang juga dituliskan dalam Amsal 4 : 23  : “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”. Hati yang suci dan teguh akan menghasilkan manusia yang suci, manusia yang kokoh dan teguh.
                Keteguhan dan kesucian hati adalah kekuatan yang paling besar dalam diri seseorang untuk memampukannya menghasilkan perilaku atau tindakan yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Melalui renungan hari ini, kita diajak untuk benar-benar menjaga keteguhan hati kita. Kita diarahkan untuk menjaga kesucian hati kita. Bagaimana pun situasi sulit yang kita alami, dan bagaimanapun pergumulan yang kita hadapi dalam hidup ini, keteguhan hati kita tetap akan mengarahkan kita mampu memilih yang terbaik untuk kita lakukan. (JLS)

DOA: Allah Bapa yang Maha Kudus, biarlah Roh-Mu yang Kudus tetap tinggal di dalam hati kami. Agar kami mampu hidup seturut dengan kehendak-Mu. Amin.

Kata-kata Bijak:
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4 : 23) ”.
Kamis, 14 Juni 2018

PENDERITAAN MENDATANGKAN KEBAIKAN
“Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala  berbaring akan tumbuh tebu dan pandan”. (Yesaya 35:6-7).

                Seorang nyonya pelancong mengunjungi pegunungan Switzerlan. Suatu hari, ia mendekati sebuah tempat penggembalaan domba di suatu perbukitan. Di sana berdirilah seorang gembala dengan kawanan dombanya yang sedang berbaring mengitari dirinya. Di dekat setumpukan kecil rumput, berbaringlah seekor domba yang kelihatan sedang sakit. Ternyata salah satu kakinya patah. Nyonya itu bertanya kepada sang gembala, “Bagaimana hal ini bisa terjadi?” dalam kebingungannya, sang gembala menjawab, “Nyonya, saya mematahkan kakinya agar tidak terjadi sebaliknya:  kaki saya yang menjadi seperti kaki domba itu”. Kemudian gembala itu melanjutkan, “Dari semua domba dalam kawanan ini, yang satu ini paling tidak setia; ia tidak pernah mau menaati perintahku. Saya telah mengalami hal-hal ini sebelumnya, makanya saya tahu bagaimana mencegahnya. Saya mematahkan kakinya untuk menyelamatkannya dan demi keselamatan domba-domba yang lain”. “Pada hari pertama saya mengantar makanan kepadanya, ia mencoba menggigit saya. Saya meninggalkannya sendirian selama beberapa hari dan ia kelaparan. Kemudian saya kembali mengantar makanan kepadanya. Sekarang ia tidak hanya mengambil makanan itu tetapi juga menjilati tanganku.” “Jadi Jika domba ini sehat kembali, segera setelah itu, ia akan menjadi domba terbaik diantara semua kawanan itu”.
                “Penderitaan untuk mendatangkan kebaikan”, situasi inilah yang diharapkan Allah dari umat-Nya setelah umat itu masuk ke dalam pembuangan. Penghukuman dari Allah kepada umat-Nya harus terjadi, agar umat itu memiliki kesadaran dan tidak lagi berbuat jahat dan melanggar ketetapan Allah. Mereka harus dihukum, supaya nyata-lah keadilan dan kebenaran Allah atas mereka. Tetapi, penghukuman itu mendatangkan kebaikan bagi bangsa itu. Hal ini dibuktikan dari pemeliharaan dan pemulihan Allah seperti dalam nas ini : “Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan.”
                Demikian juga dengan kehidupan kita sekarang ini, tentu banyak penderitaan yang dapat terjadi. Namun, kita harus dapat melihat rencana Allah dibalik semua penderitaan ini. Karena beratnya beban dalam hidup ini, terkadang kita harus menangis, kecewa, takut, dan sedih.Tetapi, dari semua yang terjadi dalam hidup ini kita harus mampu melihat kasih dan anugerah Allah di balik segala penderitaan yang kita alami itu. (JLS).

DOA: Ya Tuhan Allah, kuatkanlah kami agar kami mampu melihat rencana-Mu yang terindah di balik penderitaan yang kami alami. Amin.

Kata-kata Bijak:
“Penderitaan adalah salah satu jalan yang dapat menghantar kita untuk lebih banyak lagi mengenal segala kemurahan Allah”.
Jumat, 15 Juni 2018

KEMURAHAN HATI
“Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu : Sesungguhnya ia tidak akan
kehilangan upahnya dari padanya”. (Matius 10:42).

                Dalam bukunya berjudul The Edge of Adventure (Penghujung Petualangan), Bruce Larson mengisahkan cerita tentang sepucuk surat yang ditemukan dalam kaleng ragi yang dicantelkan ke tangkai pompa. Surat itu menawarkan harapan satu-satunya untuk minum air pada jalan lintas padang yang jarang dilalui orang. Surat dalam kaleng itu tertulis sebagai berikut: “Pompa ini sudah baik sejak Juni 1932. Saya memasukkan cairan pembersih ke dalamnya, dan mungkin dapat bertahan hingga beberapa tahun. Tetapi cairan pembersih ini mengering dan pompa harus dipancing. Di bawah karang putih, saya menguburkan sebuah botol air putih. Ada cukup air di dalamnya untuk memancing pompa ini. Tetapi air itu akan tidak cukup jika engkau meminum sebagiannya sebelum memancing pompa. Tuanglah kurang lebih seperempatnya, dan biarkanlah air itu melumatkan cairan di dalam pompa. Kemudianlah tuangkanlah yang sisanya dan pompakanlah sekencang-kencangnya. Sumur ini tidak pernah kering. Percayalah! “Jika engkau sudah berhasil memompa air ke permukaan, isilah kembali botol ini dan tempatkan kembali di tempatnya semula bagi pelancong berikutnya.”
                Cerita dalam buku itu mengajarkan tentang kemurahan hati. Hanya dengan kemurahan hati, siapa pun yang datang dan melewati jalan lintas padang yang jarang dilalui itu, tidak akan pernah kesulitan untuk mendapatkan air. Asal saja tetap bermurah hati dan mau melakukan semua petunjuk yang sudah dituliskan dalam isi surat. Sama seperti pengajaran Yesus dalam renungan hari ini : “Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena  ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”Yesus mengajarkan pentingnya nilai kemurahan hati bagi sesama manusia. Apalagi, bermurah hati kepada orang-orang yang sangat membutuhkan pertolongan. Inilah teladan yang diajarkan Tuhan Yesus untuk dilakukan semua orang pengikut-Nya.
                Hidup dengan kemurahan hati adalah kewajiban bagi setiap pengikut Kristus. Bermurah hati untuk melihat orang-orang keadaan di sekeliling kita, yang pastinya membutuhkan sentuhan pertolongan dari diri kita. Ada orang-orang yang sedang berduka ditinggalkan orang yang dikasihinya. Ada orang-orang yang sedang berjuang untuk mendapatkan sesuap nasi dalam hidupnya. Ada orang-orang tua dengan usia yang sangat lanjut yang sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang baginya. Untuk itu, dengan benar-benar merenungkan perintah Tuhan Yesus dalam renungan hari ini, mari kita lihat sekeliling kita, siapakah saat ini yang sangat membutuhkan kemurahan hati kita.(LJS).

DOA: Allah Pengasih, mampukan-lah kami ya Tuhan, untuk meneruskan kemurahan hati-Mu itu dalam hidup kami. Dalam Nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.


Kata-kata Bijak:
“Bermurah-hatilah kepada orang lain, sebab kita telah terlebih dalulu menerima
kemurahan hati dari Allah”.

Sabtu, 16 Juni 2018

Gembala yang Baik
“Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air
yang tenang” (Mazmur 23 : 2).

                “Tuhan adalah Gembalaku, takkan kekurangan aku, Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang”. Sebuah syair lagu yang sangat dikenal dan disukai bagi banyak orang. Melalui syair lagu tersebut, setiap orang yang menyanyi dan mendengarkan lantunan lagu itu, pasti akan teringat akan besarnya Kasih Allah yang senantiasa membimbing kehidupan anak-anak-Nya. Layaknya seperti seorang gembala yang setia, menggembalakan dan mengawal para dombanya demikianlah pemazmur menggambarkan sempurnanya pemeliharaan Tuhan atas ciptaan-Nya. Gembala yang setia, yang tidak pernah meninggalkan dombanya tercerai-berai. Gembala yang setia, yang tahu kapan waktunya domba yang digembalakan itu memerlukan air untuk diminum, dan makanan untuk dimakan. Gembala yang setia, yang tahu kapan waktunya membawa kawanan dombanya pulang dan membawanya ke rumput yang hijau.
                Tuhan adalah Gembalaku, adalah gambaran yang dipakai pemazmur dalam mengungkapkan bagaimana kesaksian hidupnya kepada Allah. Peran gembala sudah tidak asing dalam kehidupan ketika itu. Sehingga sangat mudah untuk menggambarkan bimbingan dan pemeliharaan Tuhan yang sempurna lewat peran seorang gembala. Gembala yang baik dan setia tidak akan pernah meninggalkan kawanan dombanya. Sekalipun, pasti ada dari kawanan domba itu yang sulit atau melawan untuk digembalakan. Namun, penggembala domba akan tetap sabar dan setia menuntun semua kawanan dombanya ke tempat yang paling baik. Demikianlah kasih Allah Allah yang selalu setia membimbing kehidupan umat-Nya. Sekalipun, dalam perjalanan kehidupannya umat sangat sering membuat Allah kecewa karena lebih memilih jalan lain. Melalui Syair lagu pemazmur ini, umat diajarkan untuk tetap menjadi umat yang mau dituntun oleh Allah yang setia.
                Renungan hari ini mengajak kita untuk benar-benar merenungkan : “Benarkah Tuhan yang menjadi gembala dalam kehidupan kita”? Apakah kita sudah benar-benar menyerahkan kehidupan kita untuk dituntun dan digembalakan oleh Allah, Sang Gembala yang baik itu?atau, diri kita sendiri-lah yang menjadi penuntun dalam kehidupan kita...?GKPI adalah gereja yang memaknai kehadirannya di tengah-tengah dunia ini dengan meneladani Yesus, Sang Gembala yang baik. Penting juga kita renungkan, apakah kita sebagai warga GKPI telah benar-benar meneladani keteladanan Yesus, Gembala yang baik itu. Untuk itu, kita harus benar-benar mau dituntun dan dibimbing Allah. Kita harus mau menjadi umat Tuhan yang tetap percaya atas pemeliharaan Tuhan dalam kehidupan kita. Karena hanya Dia-lah Tuhan, sang Gembala yang baik yang tidak akan pernah meninggalkan kita. Yesus Kristus-lah Tuhan dan Juruselamat, sang Gembala Agung bagi kita. (JLS).

DOA: Allah Bapa di surga. Kami sangat bersyukur karena kami memiliki Gembala yang baik seperti Engkau. Ajarilah kami ya Tuhan, tetap taat dan setia menjadi anak-anak-Mu. Amin.

Kata-kata Bijak:
“Yesus adalah Gembala yang Baik, yang tidak akan pernah meninggalkan kita dan selalu membimbing kita ke jalan yang benar”.
Minggu, 17 Juni 2018

KETAATAN YANG MENDATANGKAN BERKAT
“Pada hari itu juga masuklah Nuh serta Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh dan isteri Nuh, dan ketiga isteri anak-anaknya bersama-sama dengan dia, ke dalam Bahtera itu.”
(Kejadian 7:13)

                Kisah ini hanyalah sebuah kiasan yang menggambarkan tentang ketaatan. Suatu hari Tuhan Yesus membawa murid-muridNya keatas bukit untuk mengajar mereka. Ia memerintahkan agar para murid tidak membawa bekal apapun, melainkan membawa sebuah batu yang cukup besar sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk membawanya. Para murid nampak keheranan dengan perintah ini, namun tetap saja mereka menaatiNya walau ada tanda tanya besar dalam hari mereka. Kecuali Petrus, yang sengaja “memodifikasi” perintah Tuhan dengan hanya membawa sebuah batu sebesar kelereng di saku celananya. Sambil memperngaruhi murid yang lainnya untuk melakukan apa yang diperbuatnya. Batu sebesar kelereng ringan dan tidak sulit untuk membawanya, namun murid yang lain tidak mengikuti sarannya. Sampailah mereka di bukit, dan Tuhan Yesus sambil mengajar memerintahkan mereka untuk meletakkan batu yang dibawa mereka dan sambil mengatakan “setelah melakukan perjalanan yang melelahkan tentu kalian semua lapar bukan? Sekarang kita akan makan bersama, angkatlah batu yang kalian bawa di atas kepala kalian, dan Aku akan berdoa agar batu-batu itu berubah menjadi roti”. Betapa bahagianya para murid karena mereka bisa makan kenyang dengan batu besar yang mereka bawa, kecuali Petrus yang harus puas dengan rotinya yang sebesar kelereng untuk dimakannya.
                Ketaatan mendatangkan kebahagiaan, berkat dan keselamatan bagi yang menaati perintah Tuhan. Itulah yang diterima Nuh dan seluruh keluarganya karena mereka menaati perintah Tuhan untuk membuat bahtera karena Tuhan akan mendatangkan hukuman atas manusia karena kejahatan manusia yang semakin besar dan segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Namun Nuh hidup bergaul dengan Allah, ditengah dunia yang semakin jahat. Dan Tuhan memerintahkan Nuh untuk membuat bahtera dengan ukuran yang ditetapkan Allah sendiri (Kej. 6:15-16). Dan Nuh melakukan semua tepat seperti apa yang diperintahkan Tuhan. Dan pada saat Tuhan mendatangkan air bah tersebut, maka Allah memerintahkan Nuh, bersama istrinya, tiga orang anaknya dan tiga isteri anak-anaknya, Tuhan memerintahkan mereka untuk masuk kedalam bahtera tersebut. Mereka semua pun menaati-Nya dan mereka selamat.
                Tuhan sangat mengasihi kita anak-anakNya, dan Dia ingin hidup kita selamat, bahagia dan diberkati olehNya. Tetapi sering sekali kita seperti Petrus dalam kisah di atas yang menganggap remeh perintah Tuhan. Padahal Allah menginginkan kita mentaati perintahNya, supaya kita mendapatkan berkat dan kebahagian dalam hidup ini. Taatilah perintahNya dan lihatlah bagaimana Tuhan menyatakan berkatNya bagi.(LNS).

DOA : Ya Bapa Yang Mahakasih, ajarilah aku untuk taat akan perintahMu dan aku percaya berkatMu atas setiap orang yang taat akan perintahMu akan Kau nyatakan. Amin.

Kata-kata Bijak :
“Satu Ons ketaatan lebih berharga daripada satu ton doa.”

Senin, 18 Juni 2018

TUHAN MENDENGAR SERUAN UMATNYA
“Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari baitNya, teriakku minta tolong masuk ke telingaNya.”
(2 Samuel 22:7).

                Ada seorang yang taat beribadah, religius dan percaya akan Tuhan. Pada suatu ketika, pemukiman rumahnya tertimpa musibah banjir. Dia pun memohon pertolongan Tuhan untuk menyelamatkannya. Saat itu, air terus bergerak naik, lantai dasar rumah bahkan sudah tenggelam. Ia kemudian lari ke lantai 2 dan kemudian ke atap. Air sangat cepat naiknya, dalam hitungan jam air naik 3-4 meter. Mengerikan, Tak lama berselang, regu penyelamat datang dengan perahu karet, “Ayo, loncat ke perahu saja!”, tapi orang ini tidak mau, ia percaya Tuhan akan menyelamatkannya. Orang ini berdoa lagi kepada Tuhan, meminta pertolongan. Air terus naik. Tidak lama berselang datanglah regu kedua untuk menyelamatkannya, namun orang tidak mau. Tidak lama berselang, datang juga regu ketiga, tetap orang ini menolak dan tetap percaya Tuhan akan menolongnya. Sampai akhirnya orang tersebutpun meninggal tenggelam dalam banjir yang terus naik. Dan ketika bertemu Tuhan, dia pun menangis dan bertanya kenapa Tuhan tidak menolongnya, kemudian Tuhan menjawab: “Saya mengirim perahu sampai 3 kali, tetapi kamu yang tidak mau diselamatkan”. 
                Nas yang menjadi renungan kita hari ini merupakan ungkapan nyanyian Daud kepada Tuhan pada waktu Tuhan telah melepaskan dia dari cengkraman semua musuhnya dan dari cengkraman Saul yang mengejar-ngejarnya untuk menghilangkan nyawanya. Daud mencari jalan keluar dari setiap persoalan hidup yang menekannya hanya kepada Tuhan. Karena hanya Tuhanlah gunung batu, tempat perlindungan, perisai, tanduk keselamatan, kota benteng, tempat pelarian, dan juruselamat (2 Sam.22:3). Namun, cara Tuhan untuk menolong dan menyelamatkan kita tentu tidaklah sama dengan cara yang kita pikirkan, Dia punya banyak cara untuk menolong kita. Janganlah kita berpikir seperti cerita diatas yang sudah membatasi cara Tuhan untuk menolong dan menyelamatkannya menurut caranya sendiri. Padahal Tuhan dapat memakai cara-Nya sendiri untuk menolong kita.
                Datanglah kepada Tuhan Yesus, Juruselamat kita. Jangan tergoda ataupun mengikuti cara dunia untuk melepaskan kita tekanan hidup. Karena dunia ini hanya menawarkan kelegaan yang sangat “menggiurkan” yang sifatnya “sementara”. Cara ataupun bentuk pertolongan yang ditawarkan dunia sebagai jalan keluar yang ditawarkannya pun berbagai model, mulai dari bentuk penghilang kesesakan dengan mengkonsumsi narkoba, minum-minuman keras, seks bebas, dan masih banyak lagi tawaran yang diberikannya. Tetapi semua yang ditawarkan hanyalah sementara, karena tidak menyelesaikan persoalan, justru semakin menambah persoalan. Tetapi Tuhan Dialah jawaban hidup kita yang sesungguhnya. (LNS).

DOA : Ya Tuhan Allah kami, Engkaulah satu-satunya pertolonganku yang melepaskanku dari kesesakan hidupku, aku percaya kepadaMu. Amin.

Kata-kata Bijak:

Pertolongan Tuhan tepat pada waktuNya.
                     


Untuk Arsip Bulan lalu silahkan hubungi Admin atau email ke: gkpiapostolat@gmail.com

1 komentar:

  1. Halo, saya Ny. GLORIA Peminjam Pinjaman Swasta. Kami memberikan pinjaman kepada perusahaan 2% lebih rendah. Apakah Anda perlu pinjaman segera untuk membayar utang, ATAU Anda memerlukan pinjaman usaha untuk meningkatkan bisnis Anda, membayar tagihan Anda dan meningkatkan kesuburan perusahaan Anda? apakah Anda telah ditolak oleh Bank dan lembaga keuangan lainnya? kami memberikan layanan yang baik kepada individu, perusahaan, pria dan wanita bisnis dan kami bersedia membantu orang yang bersedia menulis kepada perusahaan kami dan mendaftar dengan kami dan kami akan membantu banyak orang yang secara finansial turun. Namun, Opportunity Finance ada di Door Step Anda, jadi hubungi kami hari ini melalui email di: (gloriasloancompany@gmail.com) Atau WhatsApp Number +1 (330) 577-2856 dan dapatkan pinjaman Anda hari ini.
    Mrs. Gloria S MD / CEO
    PERSYARATAN KREDIT INFORMASI YANG DIPERLUKAN:
    1) Nama lengkap: ............
    2) Jenis Kelamin: ............ .....
    3) Umur: ........................
    4) Negara: .................
    5) Nomor Telepon: ........
    6) Pekerjaan: ..............
    7) Penghasilan: ......
    8) Jumlah Pinjaman yang Dibutuhkan: ....
    9) Jangka waktu pinjaman: ...............
    10) Alasan pinjaman: ...........
    11) Sudahkah Anda mengajukan permohonan dan ditolak? Kemudian ........
    12) Apakah kamu berbicara bahasa Inggris .......
    Salam

    BalasHapus