Departeman Apostolat GKPI

Salam dari Departemen Apostolat GKPI

SALAM DARI DEPARTEMEN APOSTOLAT GKPI

Dengan penuh sukacita kami mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2020 bagi kita semua. Tentu di awal tahun ini kita semua senantiasa dalam sukacita untuk mensyukuri berkat Tuhan sebab Dia menambahkan satu lagi tahun anugerah bagi kita. Kita sadar bahwa di depan kita telah menanti berbagai tugas dan tanggung-jawab sesuai dengan rencana-rencana yang sudah ditentukan dan juga tantangan-tantangan yang akan kita hadapi. Dalam menapaki semuanya itu, apakah kekuatan kita? Kekuatan kita adalah Tuhan. Dialah yang menyertai kita. Karena itu tema bulanan GKPI pada Januari 2020 ini sebagaimana dalam Almanak GKPI, adalah: “Tuhan menyertai kita” yang didasarkan pada Josua 1:9 “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Jangan kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi." Dengan tema tersebut kita memahami bahwa dalam perjalanan hidup kita, khususnya di tahun 2020 ini, kita percaya Allah menyertai kita. Kedatangan Yesus ke dunia ini adalah bukti penyertaan-Nya sebab Dia adalah “Imanuel”. Doa dan harapan kami semoga saudara-saudara pengunjung blog ini semakin diberkati oleh Tuhan. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan. Tuhan Yesus Memberkati.

(KADEP Apostolat: Pdt. Humala Lumbantobing, MTh)


Tentang Departemen Apostolat GKPI silahkan klik di sini...

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Rabu, 29 Januari 2020


MENGAJAR ADALAH IBADAH
“Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ, dan semua orang memuji Dia.”  (Lukas 4 : 15).

                Saya kagum ketika ditugaskan menjadi teman kelompok dengan seorang nenek dalam sebuah traning. Usianya yang sudah sangat senja tidak membuat niatnya urung. Bahkan, ia bersaksi bahwa ikut dalam pelatihan adalah kesempatan yang besar dalam hidupnya karena Tuhan yang masih memberinya waktu. Bagi nenek tersebut, setiap hari adalah kesaksian, dan ia terus mengajarkan kesaksian itu kepada keluarganya, anak-anak dan cucu-cucunya. Sekalipun fisiknya sudah lemah tetapi semangatnya masih bergelora. Sungguh, kuasa Roh Kudus-lah yang memampukannya dan menjadikannya tampak prima selama mengikuti training. Semua pengajaran dan kesaksiannya membuat saya takjub dan memuliakan Tuhan.
                Setelah dibaptis dan melewati masa pencobaan di padang gurun, Tuhan Yesus pun dipenuhi oleh Roh Kudus. Kuasa Roh yang menyertai dan membawa-Nya ke Galilea untuk mengajar di rumah-rumah ibadat. Pekerjaan mengajar menjadi hal yang pertama dilakukan-Nya dan dalam pengajaran tersebut semua orang memuji-Nya. Sungguh pekerjaan Roh Kudus memampukan-Nya untuk mengajarkan tentang Kerajaan Surga bagi semua yang mendengarkan. Tuhan Yesus mau menggunakan kesempatan yang ada untuk memulai misi-Nya, yaitu mengajarkan kembali semua nubuatan kitab-kitab nabi yang terdapat di dalam rumah-rumah ibadat. Ia menegaskan bahwa semua yang telah dinubuatkan akan segera digenapi, sebab Kerajaan Allah sudah nyata ditengah-tengah mereka.
                Mengajar menjadi hal yang penting bagi orang Israel. Sebab, menyampaikan pengajaran adalah sebuah tanggungjawab iman yang harus dikerjakan dalam keluarga. Tradisi mengajarkan firman Tuhan penting kita lakukan di dalam keluarga kita. Sebab, pengajaran akan firman-Nya haruslah diajarkan berulang-ulang dan di dalam berbagai kesempatan. (EDS).  
                     Nyanyian K.J. No. 466a:1-3; KJ. No. 432:1-2

DOA:  Bapa Sorgawi,  terima kasih atas pengajran-Mu kepadaku dengan lemah lembut. Ajarlah aku dalam kuasa kasih-Mu Amin.

Kata-kata Bijak:
Dalam mengajar, firman Tuhan yang menjadi utama.

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Selasa, 28 Januari 2020


LAWATAN SURGAWI
“Terpujilah Tuhan, Allah Israel, sebab Ia melawat umat-Nya dan membawa kelepasan baginya,” (Lukas 1 : 68).

                “Amang, tolong didoakan anak saya, karena sedang mengikuti seleksi Paskibra HUT RI Kecamatan. Semoga anak saya bisa lolos seleksi dan terpilih menjadi anggota Paskibra Kecamatan.” Demikianlah pinta seorang ibu dalam ibadah yang pernah saya layani. Kerinduan ibu yang sangat besar jika anaknya dapat terpilih menjadi anggota Paskibra yang akan bertugas dalam pengibaran bendera di kecamatan. Ketika anak ibu tersebut lolos seleksi dan menggunakan seragam putih paskibra di hari Kemerdekaan, sang ibu sangat bangga dan terharu. Mereka bersyukur dan berfoto bersama mengabadikan momen yang sangat istimewa tersebut, karena anak mereka menjadi kebanggaan bagi keluarga dan masrayakat sekecamatan.
                Nubuatan dan juga doa yang dingkapkan oleh imam Zakharia pada nas ini adalah sebuah pengalaman iman yang sangat besar dalam keluarganya. Sebelumnya ia sangat bergumul karena belum memiliki keturunan. Namun, ia tetap setia mengerjakan tugasnya sebagai imam di Bait Suci. Hingga malaikat Gabriel hadir dalam penglihatannya dan menyampaikan kabar baik; bahwa ia akan memiliki keturunan dan diberi nama Yohanes. Anaknya itu akan penuh dengan Roh Kudus dan akan menyiapkan jalan bagi Tuhan untuk suatu umat yang layak bagi-Nya (ay. 17). Hingga tiba waktu yang telah dinyatakan, Yohanes lahir dan menjadi kesaksian nyata bagi Zakharia dalam kegirangan besar. Ia berkata-kata dan memuji Tuhan. Dalam nyanyian, ia pun bernubuat seperti yang diungkapkan pada ayat 68. Tuhan melawat umat-Nya dan membawa kelepasan. 
                Sungguh menjadi kebanggaan bagi kita jika kita dipakai Tuhan menjadi alat-Nya memberitakan Injil Kerajaan Allah. Sesungguhnya Tuhan sudah menyatakan panggilan-Nya kepada semua orang percaya, untuk pergi mengajar, membaptis semua orang menjadi murid-murid-Nya. Inilah yang dialami oleh imam Zakharia ditengah keluarganya. (EDS).
                                                                          Nyanyian : KJ. 427: 1-4; KJ. 426 : 1-4
DOA:  Bapa Sorgawi, kuatkan kami untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah dimanapun kami berada. Amin.

Kata-kata Bijak:
Ikut memberitakan Injl adalah sebuah kebahagiaan yang sejati.

BERITA DALAM FOTO...






Foto bersama Kepala-kepala Departemen Gereja-gereja Anggota United Evangelical Mission (UEM) Regional Asia di sela-sela Workshop, 20-23 Februari 208 di Rentreat Center GBKP, Suka Makmur, Sibolangit. Workshop ini dipimpin oleh Claudia Wahrisch-Oblau, yang membidangi Misi dan Penginjilan UEM dari Wuppertal Jerman. Workshop ini bertujuan untuk mengupdate konteks penginjilan dewasa ini, khususnya di Asia dan bagaimana Gereja-gereja anggota UEM membangun strategi PI yang relevan pada masa kini.

Artikel Rohani

OKULTISME SEBAGAI TANTANGAN GEREJA
Pdt. Humala Lumbantobing, MTh

Akhir-akhir ini kita masih dikejutkan dengan isu-isu Begu Ganjang (har., hantu yang panjang) yang terjadi di beberapa daerah. Isu-isu tersebut nampaknya membuat masyarakat cemas dan takut sebab isu tersebut sering berekpansi ke berbagai daerah  dan nampaknya hal tersebut sulit dibendung. Sebenarnya isu tersebut sudah ada sejak lama di Tanah Batak atau Sumut khususnya. Sebelum masuknya kekristenan ke tanah Batak begu (hantu) yang satu ini ........baca selanjutnya......