Departeman Apostolat GKPI

Salam dari Departemen Apostolat GKPI

SALAM DARI DEPARTEMEN APOSTOLAT GKPI

Dengan sukacita kami mengucapkan SELAMAT memasuki bulan Oktober bagi kita sekalian. Pada bulan ini ada satu momen yang sangat penting bagi gereja yaitu kita juga akan memperingati Hari Reformasi 31 Oktober 2018. Untuk itulah tema bulanan GKPI pada Oktober 2019 dikaitkan dengan Sola Gratia dan Sola Fide Martin Luther sebagaimana dalam Almanak GKPI, yaitu: “Orang benar akan hidup oleh iman” yang didasarkan pada terang nas Roma 1:16-17: “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman." Jadi keselamatan kita adalah oleh kasih karunia Allah dan oleh iman. Doa dan harapan kami semoga saudara-saudara pengunjung blog ini semakin diberkati oleh Tuhan dan dikuatkan dalam segala aktivitas. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan oleh saudara-saudara untuk mengunjungi blog ini. Tuhan Yesus Memberkati.

(KADEP Apostolat: Pdt. Humala Lumbantobing, MTh)


Tentang Departemen Apostolat GKPI silahkan klik di sini...

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Senin, 21 Oktober 2019


BERTAHANLAH DALAM PENCOBAAN
“Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.”
(Yakobus 1:12).

               Adakah orang yang tidak pernah menghadapi pergumulan atau kesulitan? Pasti tidak ada. Semua orang mengalaminya.  Seperti kupu-kupu harus melalui proses yang panjang untuk menjadi kupu-kupu yang indah. Sebelum menjadi kupu-kupu, ia berwujud ulat. Setelah beberapa hari berubah menjadi kepompong. Kupu-kupu keluar dari kepompong haruslah melewati lubang kecil agar bertumbuh sempurna. Artinya melalui jalan yang sulit untuk menjadi kupu-kupu yang sempurna.
               Dalam hal iman pun demikian, sebab iman adalah keyakinan. Keyakinanlah yang menggerakkan orang-orang terkenal di dunia ini yang sedia menghadapi berbagai kesulitan, karena di depan mereka telah terbentang kebahagiaan. Iman itu tidak bertentangan dengan dunia. Malahan iman akan membaharui dunia ke arah yang lebih baik. Orang-orang beriman akan tetap melakukan kebaikan sebagai wujud dari imannya di tengah-tengah dunia yang penuh kejahatan ini. Mungkin kita akan dianggap orang sebagai orang yang bodoh saat ada kesempatan untuk memperkaya diri dengan cara tidak jujur. Kita mungkin diejek sebagai orang sok suci di kala ada orang yang berlaku jahat kepada kita namun kita membalasnya dengan kebaikan.  Apakah kita menyerah? Sebagian orang menyerah akhirnya jatuh ke dalam dosa. Namun sebagian orang dapat bertahan di dalam iman dan keyakinannya. Orang yang bertahan akan hidup bahagia walau mungkin hidupnya sederhana. Dia akan menjadi panutan dan diteladani oleh orang lain. Kehidupan orang percaya tidak berhenti hanya di dunia ini saja. Kita berpengharapan akan hidup kekal. Pengharapan tersebut menetapkan hati kita untuk hidup seturut dengan kehendak Tuhan. Kebahagian adalah upah bagi orang yang bertahan dalam pengharapan. (HUM).

                                                                                                          Lagu:  KJ 343: 1
DOA:  Ya Tuhan teguhkan hati kami untuk taat kepada kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

Kata-kata Bijak:
Percayalah, pengharapan akan mengarahkan jalan hidupmu.

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Minggu, 20 Oktober 2019


SAHABAT YANG MENCERAHKAN
Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata
 dengan engkau.” (Yohanes 4:26).

               Dialog adalah suatu metode sederhana untuk menyampaikan pemikiran serta mencerahkan  seseorang. Dialog yang sehat adalah jika diantara yang berdialog tersebut tidak ada yang merasa direndahkan.  Jika dalam dialog tersebut ada yang ngotot, merasa tahu semua maka yang muncul adalah indoktrinasi atau pemaksaan pemikiran kita kepada orang lain.
               Percakapan Tuhan Yesus dengan perempuan Samaria adalah dialog yang mana Yesus menempatkan dirinya setara dengan Perempuan Samaria tersebut. Tampak percakapan tersebut adalah percakapan yang mengalir dengan baik. Media yang dipakai oleh Yesus untuk berdialog adalah air. Air sangat dibutuhkan setiap orang. Hal tersebut di-ia-kan oleh Perempuan Samaria tersebut. Perempuan Samaria menolak memberi air kepada Yesus Kristus karena keyakinan bahwa orang Samaria tidak bersahabat dengan orang Yahudi.  Hal inilah yang diterobos oleh Yesus Kristus, bahwa semua suku bangsa adalah sama di hadapan Tuhan. Selanjutnya perempuan ini pun semakin tercengang saat Yesus tahu kehidupan perempuan Samaria ini. Rasa terheran-heran dalam dirinya menghantarkan Yesus Kristus untuk semakin membuat perempuan tersebut penasaran sehingga Yesus pun menggali pemahaman perempuan tersebut sampai akhirnya Yesus Kristus menyatakan siapa diriNya yaitu Akulah Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau”.
               Dalam kehidupan kita seharian, kita berjumpa dengan orang- yang imannya  suam-suam kuku. Nas ini memperkenalkan kepada kita cara memperkenalkan Yesus. Ada banyak pintu masuk untuk berbincang-bincang tentang Yesus baik itu dalam pekerjaan, dalam kehidupan sehari-hari.  Yesus adalah teladan memperlakukan orang lain tanpa menggurui tetapi menuntun untuk membuka diri mempercakapkan iman percayanya. (HUM)
Lagu:  KJ 453:1
DOA: Ya Tuhan, ajar aku untuk menjadi sahabat bagi orang lain agar menuntun mereka untuk mengenal Engkau. Amin.

Kata-kata Bijak:
Jadilah Sahabat bagi orang lain, seperti Yesus sahabat bagi semua orang

BERITA DALAM FOTO...






Foto bersama Kepala-kepala Departemen Gereja-gereja Anggota United Evangelical Mission (UEM) Regional Asia di sela-sela Workshop, 20-23 Februari 208 di Rentreat Center GBKP, Suka Makmur, Sibolangit. Workshop ini dipimpin oleh Claudia Wahrisch-Oblau, yang membidangi Misi dan Penginjilan UEM dari Wuppertal Jerman. Workshop ini bertujuan untuk mengupdate konteks penginjilan dewasa ini, khususnya di Asia dan bagaimana Gereja-gereja anggota UEM membangun strategi PI yang relevan pada masa kini.

Artikel Rohani

OKULTISME SEBAGAI TANTANGAN GEREJA
Pdt. Humala Lumbantobing, MTh

Akhir-akhir ini kita masih dikejutkan dengan isu-isu Begu Ganjang (har., hantu yang panjang) yang terjadi di beberapa daerah. Isu-isu tersebut nampaknya membuat masyarakat cemas dan takut sebab isu tersebut sering berekpansi ke berbagai daerah  dan nampaknya hal tersebut sulit dibendung. Sebenarnya isu tersebut sudah ada sejak lama di Tanah Batak atau Sumut khususnya. Sebelum masuknya kekristenan ke tanah Batak begu (hantu) yang satu ini ........baca selanjutnya......