Departeman Apostolat GKPI

Salam dari Departemen Apostolat GKPI

SALAM DARI DEPARTEMEN APOSTOLAT GKPI

Dengan penuh sukacita kami mengucapkan SELAMAT memasuki bulan November 2020 bagi kita sekalian. Salam sehat selalu, teruslah menjaga imunitas tubuh, dan mengikuti protokol kesehatan, karena Pandemi Covid-19 belumlah berakhir. Sayangi diri anda, sayangi keluarga dan sayangi orang lain. Namun menjaga imunitas rohani juga sangat penting untuk menjaga spritualitas kita tetap terjaga dari segala rupa-rupa ajaran sesat. Dalam Almanak GKPI tema bulan November ini adalah: “PENGHARAPAN DALAM KRISTUS” yang didasarkan pada 1 Korintus 15:19 "Jikalau kita hanya di dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia". Dengan tema tersebut diharapkan agar kiranya jemaat GKPI semakin memahami kesatuan orang-orang percaya baik yang hidup maupun yang mati dalam Kristus. Kemudian dalam rangka Akhir Tahun Gereja kita memasuki saat "Mementomori" (ingatlah akan kematianmu) sembari berdoa kepada Tuhan untuk menguatkan saudara-saudara kita yang lebih dahulu ditinggalkan oleh orang-orang yang dikasihinya karena kematian. Doa dan harapan kami semoga saudara-saudara pengunjung blog ini semakin diberkati dan dikuatkan oleh Tuhan dalam menyambut minggu-minggu Adven dengan sukacita. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan. Tuhan Yesus Memberkati. Shalom

(KADEP Apostolat: Pdt. Humala Lumbantobing, MTh)



Tentang Departemen Apostolat GKPI silahkan klik di sini...

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Senin, 30 November 2020

 

YANG TERDEPAN, YANG MENGASIHI SESAMANYA

“Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”  (Markus 9:37).

 

                Siapa yang tidak gemas dan bahagia melihat tingkah laku yang diperlihatkan anak-anak? Secara umum orang pasti akan menyambut anak-anak dengan senyuman dan penuh dengan kasih sayang. Dalam renungan kali ini, Yesus mengingatkan kita: “Jika seseorang ingin menjadi terdahulu, hendaklah dia menjadi terakhir dari semuanya dan menjadi pelayan bagi semuanya. Lalu, Ia mengambil seorang anak kecil dan berkata kepada mereka, “Barang siapa menerima seorang anak seperti ini demi nama Ku, ia menerima Aku”. Di dalam diri anak kecil justru sang pencipta menampilkan diri, Ia hadir di dalam sosok anak kecil. Justru dalam diri mereka yang lemah, kecil, dan tidak berdaya, Allah menampakkan kuasa-Nya. Jalan untuk menemukan Allah dapat ditempuh dengan melayani, merendahkan diri, berani mengutamakan yang lemah dan tidak berdaya. Demikianlah halnya pengikut Kristus memperlakukan sesamanya manusia untuk menyambutnya dengan penuh kasih sayang.

                Respons Yesus mengubah standar tentang apa artinya menjadi yang terkemuka dalam Kerajaan-Nya. Standar itu adalah hati yang rela melayani sesama, dan Yesus berjanji bahwa penyertaan dan penguatan dari Allah akan menyertai mereka yang memilih untuk melayani (ay.37). Oleh sebab itu maka pengikut Kristus itu harus memiliki hati yang mau mengasihi, menolong, membantu sesamanya. Sikap seperti itu harus nyata dalam hidup sehari-hari. Bukan justru sebaliknya kita menganggap orang lain itu adalah ancaman, saingan, lawan yang harus dimusuhi maupun dikalahkan. Maka sambutlah sesama kita manusia di tengah-tengah kehidupan kita sebagaimana kita menyambut Tuhan Yesus dalam diri kita. (TMS).                                            Lagu KJ. No. 364:3

 

DOA: Tuhan, ajarlah kami untuk senantiasa memberi diri kami untuk melayani sesama kami manusia. Amin.

 

 

Kata-kata Bijak :

Ambisi adalah sesuatu yang berbahaya karena akan menyeret kita kepada dosa-dosa yang lain.

BERITA DALAM FOTO...






Foto bersama Kepala-kepala Departemen Gereja-gereja Anggota United Evangelical Mission (UEM) Regional Asia di sela-sela Workshop, 20-23 Februari 208 di Rentreat Center GBKP, Suka Makmur, Sibolangit. Workshop ini dipimpin oleh Claudia Wahrisch-Oblau, yang membidangi Misi dan Penginjilan UEM dari Wuppertal Jerman. Workshop ini bertujuan untuk mengupdate konteks penginjilan dewasa ini, khususnya di Asia dan bagaimana Gereja-gereja anggota UEM membangun strategi PI yang relevan pada masa kini.

Artikel Rohani

OKULTISME SEBAGAI TANTANGAN GEREJA
Pdt. Humala Lumbantobing, MTh

Akhir-akhir ini kita masih dikejutkan dengan isu-isu Begu Ganjang (har., hantu yang panjang) yang terjadi di beberapa daerah. Isu-isu tersebut nampaknya membuat masyarakat cemas dan takut sebab isu tersebut sering berekpansi ke berbagai daerah  dan nampaknya hal tersebut sulit dibendung. Sebenarnya isu tersebut sudah ada sejak lama di Tanah Batak atau Sumut khususnya. Sebelum masuknya kekristenan ke tanah Batak begu (hantu) yang satu ini ........baca selanjutnya......

Artikel Rohani

INTEGRITAS KRISTIANI
Oleh: Pdt. Humala Lumbantobing, M.Th 


                Kata “ integritas” sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Dalam pemilihan seorang pemimpin di sebuah organisasi  beberapa pertanyaan yang sering muncul: “Siapa pemimpin yang memiliki integritas?”, “Apakah calon Kepala Daerah itu memiliki integritas?” atau “Integritas seperti apa yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin?” Bukan hanya itu, dalam lingkungan pekerjaan pun sering dipertanyakan: “Apakah karyawan itu memiliki integritas?” Baca Selanjutnya......