Departeman Apostolat GKPI

Salam dari Departemen Apostolat GKPI
Dengan sukacita kami mengucapkan SELAMAT memasuki bulan Mei bagi kita sekalian. Pada bulan ini ada satu momen yang sangat penting dalam iman orang-orang percaya yaitu: Hari Kenaikan Yesus Kristus. Kiranya melalui Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus di tahun ini iman kita semakin dikuatkan terutama kesehatian dan kesatuan untuk menjalankan kesaksian di tengah-tengah dunia ini. Selain itu kita juga diingatkan untuk membangun kesatuan dalam misi (United in Mission).Kiranya kita selalu "Satu dalam Kristus" yang didasarkan pada terang nas Galatia 3:27-28: “Karena kamu semua, yang dibabtis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus." Doa dan harapan kami semoga saudara-saudara pengunjung blog ini memperoleh semangat baru untuk membangun kesatuan dalam misi Tuhan. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan oleh saudara-saudara untuk mengunjungi blog ini. Tuhan memberkati.
(KADEP Apostolat: Pdt. Humala Lumbantobing, MTh)


Tentang Departemen Apostolat GKPI silahkan klik di sini...

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Senin, 25 Juni 2018


TUHANLAH PEMILIK SEGALANYA
Merataplah, hai pohon sanobar, sebab sudah rebah pohon aras dan sudah dirusakkan pohon-pohon yang hebat! “ merataplah, hai pohon-pohon terbantin Basan,
sebab telah rata hutan yang lebat itu.”  (Zakharia 11:2).
        Titanic adalah kapal terbesar di era awal abad ke 20 yang mampu mengangkut 3000 penumpang dari Inggris ke Amerika serikat dan merupakan kapal yang memiliki teknologi tercanggih saat itu. Namun terlihatlah kesombongan dari pemiliknya yang mengatakan: “Jangankan tujuh samudera, bahkan Tuhan tidak akan mampu menenggelamkan kapal ini!” maka pada malam yang dingin, di pelayaran perdananya, kapal ini menabrak sebuah gunung es. Kapal ini pun tenggelam membawa ribuan penumpangnya, beserta kesombongan yang dibawanya. Tenggelamnya kapal Titanic menyadarkan kita bahwa kuasa manusia belum dapat menandingi kekuasaan Tuhan walau sehebat apapun karya yang diciptakan manusia itu. Karna kuasa dan karya Allah jauh lebih hebat dari kita manusia yang masih memiliki kelemahan dan keterbatasan.
        Zakharia memberitakan kehancuran Israel karena kesombongannya. Israel telah hidup sombong dan melupakan Tuhan karena pada zaman nabi ini bangsa Israel telah lepas dari penjajahan Babylon. Di samping itu, Israel juga memiliki tanah yang subur dan hutan yang lebat dimana di dalamnya banyak pohon yang mahal seperti pohon aras, pohon sanobar dan pohon terbantin basan. Pohon aras Libanon adalah pohon yang sangat terkenal didalam Alkitab, di zaman Timur Tengah kuno. Pohon ini dipakai dan dijadikan bahan untuk pembangunan tempat ibadah, peralatan perang dan rumah. Pohon ini juga memiliki ketahanan dan kekuatan yang begitu luar biasa dan memiliki bau aroma yang sangat harum yang tidak dijumpai dipohon-pohon lainnya. Alkitab mengatakan istana Salomo yang sangat megah dipenuhi dengan bahan-bahan yang terbuat dari pohon aras (1 Raj 5:10, 1 Raj 7:3, 11). Kekayaan mereka akan pohon tersebut telah membuat mereka sombong, tentu saja hal ini sangat tidak disukai oleh Tuhan, karena Israel lebih mengandalkan kekayaan mereka daripada pertolongan Tuhan. Itulah sebabnya Zakharia mengingatkan mereka bahwa apa yang mereka punya semata-mata adalah milik dan pemberiaan Tuhan dan itu dapat saja Tuhan berikan dan musnahkan sesuka hati Tuhan (Zakharia 11: 2).
        Dalam hidup ini terkadang manusia lupa akan pertolongan dan kuasa Tuhan. Sering sekali manusia mengandalkan apa yang mereka miliki sehingga mereka tidak menyadari bahwa apa yang mereka punya adalah pemberian Tuhan. Baik harta, kesehatan dan jabatan semata-mata hanya pemberian Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan. Oleh karena itu, tidak ada yang dapat kita andalkan dan banggakan selain kuasa dan penyertaan Tuhan semata-mata. Itulah sebabnya kalau kita merenungkan hidup kita, apakah yang patut kita sombongkan? Tidak ada, sebab semuanya hanya pemberian Tuhan saja. Karena itu selayaknyalah kita merendahkan hati kepada Tuhan. (HMP).


DOA: Bapa Sorgawi, terimakasih atas kasih dan penyertaanMu ajarlah kami untuk tetap mengucap syukur dan merendahkan hati di hadapanMu.

Kata-kata Bijak:
 “Kehancuran manusia ada pada saat ia mulai sombong dengan apa yang dimilikinya”.

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Minggu, 24 Juni 2018


KUDUSLAH SEBAB ALLAHMU KUDUS
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhiNya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikanNya di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematianNya untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela
dan tak bercacat di hadapanNya.  (Kolose 1:21-22).

                Seorang anak berjalan berlahan menuju kediaman orangtuanya. Dalam benaknya ayahnya pasti akan mengusirnya. Dengan gemetar, dia melihat ayahnya yang sedang duduk membaca buku di teras rumahnya. Hatinya mulai ragu, karna ia mengingat kesalahannya yaitu menjual sawah milik ayahnya tanpa izin lalu pergi merantau ke kota. “Lebih baik aku pergi saja karna aku tahu ayah pasti tidak bisa memaafkanku”bisiknya dalam hati. Saat badannya berbalik meninggalkan ayahnya, tiba-tiba ayahnya memanggil. “Anakku, engkau akhirnya pulang juga, sudah lama ayah menunggu kepulanganmu”. Sianak berhenti melangkah, dia heran ternyata dugaanya salah, siayah tidak marah. Lalu sianak mencoba mengingatkan ayahnya atas perbuatannya, dia tidak layak disebut anak bahkan dia siap menerima hukuman karna dia sadar tanah yang ia jual sangat berharga bagi ayahnya dan hasil penjualan sawah yang ia pakai merantau tidak menghasilkan apa-apa. Tapi ayahnya berkata: “Cukuplah pengakuan dosamu itu, ayah sudah lama memaafkanmu nak, karna bagi ayah kamu lebih berharga dari apapun itulah sebabnya ayah sudah merelakan tanah yang engkau jual itu, hanya janganlah mengulangi kesalahan lagi.”                   Demikian halnya dalam hidup kita, kita berharga di mata Tuhan, walaupun Tuhan tahu kita selalu saja melakukan dosa. Namun kasihNya tidak terbatas bagi kita yang berdosa. Dia ingin kita hidup kudus dan tidak lagi melakukan kejahatan. Sebab dosa itu mendatangkan kesusahan bagi diri kita sendiri. Itulah sebabnya dengan darahNya yang kudus Ia menebus dan memperdamaikan diriNya dengan manusia itu agar manusia itu kudus di hadapanNya. Hal ini jugalah yang dituliskan Paulus dalam suratnya kepada jemaat Kolose, agar mereka tidak disesatkan oleh ajaran sesat yang mengarahkan mereka berbuat dosa tetapi hendaknyalah jemaat memperkuat iman mereka di dalam Tuhan Yesus, bahwa mereka telah ditebus Yesus dengan kematianNya supaya mereka hidup kudus dan meninggalkan segala perbuatan jahat mereka (ayat 22).
                Kasih Tuhan jauh melampaui kasih Bapa kepada anaknya, sebab kasihNya tidak pernah mengecewakan. Betapa besar kasihNya kepada kita hal itu dapat kita ketahui dari curahan darah Yesus di kayu Salib untuk keampunan dosa-dosa kita. Dia mau kita menikmati kasihNya dengan hidup kudus di hadapanNya. Itulah sebabNya datanglah padaNya sebesar apapun dosa anda, akuilah dosa-dosa anda, pintu pengampunan selalu terbuka bagi orang yang mau menyesali dosa-dosanya dan yang tidak mau lagi mengulangi kesalahannya sebab yang dikendaki Yesus adalah agar kita tidak bercela dan tidak bercacat di hadapanNya melainkan menjadi Kudus sebab kita telah dikuduskanNya dalam darahNya yang kudus itu. (HMP).
DOA: Bapa Sorgawi, terimakasih atas pengampunanMu terhadap dosa-dosa kami dan kuatkanlah kami agar hidup kudus dihadapan-Mu. Amin.

Kata-kata Bijak: 
“Hiduplah kudus di dalam Tuhan maka engkau akan melihat karya Tuhan dalam hidupmu semakin nyata.”

BERITA DALAM FOTO...






Foto bersama Kepala-kepala Departemen Gereja-gereja Anggota United Evangelical Mission (UEM) Regional Asia di sela-sela Workshop, 20-23 Februari 208 di Rentreat Center GBKP, Suka Makmur, Sibolangit. Workshop ini dipimpin oleh Claudia Wahrisch-Oblau, yang membidangi Misi dan Penginjilan UEM dari Wuppertal Jerman. Workshop ini bertujuan untuk mengupdate konteks penginjilan dewasa ini, khususnya di Asia dan bagaimana Gereja-gereja anggota UEM membangun strategi PI yang relevan pada masa kini.

Artikel Rohani

OKULTISME SEBAGAI TANTANGAN GEREJA
Pdt. Humala Lumbantobing, MTh

Akhir-akhir ini kita masih dikejutkan dengan isu-isu Begu Ganjang (har., hantu yang panjang) yang terjadi di beberapa daerah. Isu-isu tersebut nampaknya membuat masyarakat cemas dan takut sebab isu tersebut sering berekpansi ke berbagai daerah  dan nampaknya hal tersebut sulit dibendung. Sebenarnya isu tersebut sudah ada sejak lama di Tanah Batak atau Sumut khususnya. Sebelum masuknya kekristenan ke tanah Batak begu (hantu) yang satu ini ........baca selanjutnya......