Departeman Apostolat GKPI

Salam dari Departemen Apostolat GKPI

SALAM DARI DEPARTEMEN APOSTOLAT GKPI

Dengan penuh sukacita kami mengucapkan SELAMAT memasuki bulan Agustus bagi kita sekalian. Hingga saat ini dunia masih terus bergumul dan berjuang dalam penanggulangan Pandemi Virus Covid-19. Segala upaya, cara dan informasi telah disampaikan untuk menjaga diri kita dan orang-orang yang kita sayang, serta orang lain terhindar dari wabah virus ini. Tinggal bagaimana kita semua mendisiplinkan diri untuk menerapkan semua protokol kesehatan yang telah disampaikan.Demikian juga dengan kehidupan beriman kita, bahwa Tuhan telah menyampaikan, mengajarkan, bahkan menuliskan dalam Alkitab semua protokol kesehatan rohani bagi manusia, supaya orang percaya “MERDEKA” serta bisa hidup dan bertahan di tengah-tengah dunia ini dari segala serangan, tantangan dan godaan si Iblis dan keinginan dunia ini. Dalam Almanak GKPI tema bulan Agustus ini adalah: “KEMERDEKAAN DALAM KRISTUS” yang didasarkan pada Yohanes 8:36 “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka." Dengan tema tersebut diharapkan GKPI yang merayakan HUT-56 tahun di bulan ini selalu dalam lindungan dan pernyertaan Tuhan dalam melaksanakan panggilannya di tengah-tengah dunia ini. Kemudian menjadi Gereja yang mampu menunjukkan perannya sebagai berkat di tengah-tengah bangsa dan negara Indonesia. Di bulan ini Indonesia juga merayakan HUT ke 75, Kiranya Tuhan senantiasa memberkati bangsa ini dan semua Pemimpin dari tingkat pusat sampai daerah. Doa dan harapan kami semoga saudara-saudara pengunjung blog ini semakin diberkati oleh Tuhan. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan. Tuhan Yesus Memberkati. Shalom

(KADEP Apostolat: Pdt. Humala Lumbantobing, MTh)



Tentang Departemen Apostolat GKPI silahkan klik di sini...

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Senin, 10 Agustus 2020


RENCANA-NYA TAK PERNAH GAGAL
“TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus di depan mata semua bangsa; maka segala ujung bumi melihat keselamatan yang dari Allah kita.” (Yesaya 52:10).

                Umat Israel dipilih dan dijadikan Tuhan sebagai sebuah bangsa untuk menjadi kerajaan imam bagi dunia (lih.Kej.12:3; Kel.19:4-6). Namun demikian, ketidaksetiaan perjanjian-Nya mensyaratkan penghakiman dari Allah, karena itu, dunia tidak pernah melihat karakter Allah yang sesungguhnya. Dengan Allah membebaskan Israel dari pembuangan, pertama Mesir, kemudian Asyur, dan ketiga Babel (dalam konteks kitab Yesaya), semua bangsa di bumi akan melihat kuasa, kasih dan berkat Tuhan. Sekali lagi umat Israel diminta “terjagalah.” Yesaya ingin membukakan mata hati mereka yang ada di pembuangan, bahwa Tuhan pasti memenuhi janjiNya, yaitu menyelamatkan mereka. Bukan hanya menyelamatkan mereka, melalui mereka Tuhan menyelamatkan seluruh isi dunia. Bagaiaman caranya ?
                Di dalam Kristus Tuhan telah memanggil kita orang berdosa, dari kehidupan yang tidak mengenal Tuhan kepada kehidupan baru. Saat kita masih berdosa, Tuhan telah mati di salib untuk kita (Rm 8:5). Dia telah menebus kita dan memanggil kita untuk menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Paulus dalam Roma 10:15 menegaskan betapa penting tugas kita sebagai pembawa kabar berita keselamatan bagi dunia, yaitu sampai ke ujung bumi (Kis 1:8).
                Apakah kita sudah setia membagikan kabar baik bagi semua bangsa?Atau apakah kita sudah menyampaikannya kepada setiap anggota keluarga kita di rumah ? Kalau belum mari kita terus melatih diri dalam ketaatan untuk terus dipakai oleh Tuhan menyampaikan kabar baik tentang keselamatan yang hanya ada pada Tuhan Yesus Kristus! Selamat menjadi pembawa berita Kabar Baik di dalam kehidupan sehari-hari, sehingga semua lidah mengaku dan semua lutut bertelut hanya kepada Dia. Tuhan Yesus Memberkati ! (STP).
Lagu: KJ No.446:2-3
DOA: Tuhan Yesus Kristus yang Mahabaik, berikanlah kepada kami kuasa Roh Kudus-Mu agar kami dapat bersaksi dalam memberitakan Firman-Mu. Amin !
Kata-kata Bijak :
Murid Kristus itu adalah brosur yang terbaca dan kesaksian bagi orang sekitar.  Karena itu jadilah murid Kristus sejati !

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Minggu, 9 Agustus 2020


BEKERJA UNTUK TUHAN
“Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya
 dan jadilah bijak.” (Amsal 6:6).

                Pada suatu kesempatan dalam sebuah pelatihan ada seorang teman mengatakan demikian:“Siapa dia koq memberi pelatihan kepada kita? Bukankah kita lebih pantas dari pada beliau dalam memberikan pelatihan ini? Dengan penuh rasa bingung saya kemudian menimpali penilaiannya tersebut dengan perkataan firman Tuhan dalam Amsal 6:6 kita yang “malas” saja disuruh belajar kepada semut yang adalah binatang, apalagi dia adalah manusia. Tentulah kita bisa menimba banyak pengalaman dan pengetahuan dari beliau.
                Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) kata malas berarti: tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. Pemalas: orang yg suka malas, sifat (keadaan) malas. Artinya kemalasan sudah menjadi cara atau gaya hidupnya.  Ada 16 kali kata pemalas di dalam Alkitab dan 14 kali terdapat dalam kitab Amsal. Sebagai kitab hikmat dan kebijaksanaan, Amsal ingin mengarahkan setiap pembaca dan pendengarnya untuk menjauhi sifat kemalasan dan juga orang yang malas dalam hidupnya. Dalam nas kita hari ini Pengamsal berkata: “Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakuknya dan jadilah bijak.” (ay.6). Nasihat seperti itu mendorong pembacanya untuk bekerja keras. Pengkhotbah 9:10 berkata: “Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga…”
                  Selama kita masih diberi anugerah kehidupan marilah kita melakukan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Terlebih dalam masa-masa sulit yang sedang kita hadapi dalam pandemi Covid-19 saat ini. Kita dituntut untuk lebih kreatif dan pantang menyerah. Itulah sebabnya juga dikatakan dalam Kolose 3:23 “Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Mari jalani kehidupan kita saat ini dengan terus bekerja untuk hormat dan kemuliaan bagi Tuhan. Dia senantiasa menemani dan memberkati kita semuanya ! (STP).
Lagu: KJ 363:1-2
DOA: Bapa, berikanlah kepada kami kesungguhan dan tekad untuk melakukan pekerjaan yang baik, Amin !

Kata-kata Bijak :
Bekerjalah sungguh-sungguh selagi kita masih diberi waktu dan kesempatan melalu kehidupan ini.

BERITA DALAM FOTO...






Foto bersama Kepala-kepala Departemen Gereja-gereja Anggota United Evangelical Mission (UEM) Regional Asia di sela-sela Workshop, 20-23 Februari 208 di Rentreat Center GBKP, Suka Makmur, Sibolangit. Workshop ini dipimpin oleh Claudia Wahrisch-Oblau, yang membidangi Misi dan Penginjilan UEM dari Wuppertal Jerman. Workshop ini bertujuan untuk mengupdate konteks penginjilan dewasa ini, khususnya di Asia dan bagaimana Gereja-gereja anggota UEM membangun strategi PI yang relevan pada masa kini.

Artikel Rohani

OKULTISME SEBAGAI TANTANGAN GEREJA
Pdt. Humala Lumbantobing, MTh

Akhir-akhir ini kita masih dikejutkan dengan isu-isu Begu Ganjang (har., hantu yang panjang) yang terjadi di beberapa daerah. Isu-isu tersebut nampaknya membuat masyarakat cemas dan takut sebab isu tersebut sering berekpansi ke berbagai daerah  dan nampaknya hal tersebut sulit dibendung. Sebenarnya isu tersebut sudah ada sejak lama di Tanah Batak atau Sumut khususnya. Sebelum masuknya kekristenan ke tanah Batak begu (hantu) yang satu ini ........baca selanjutnya......