Departeman Apostolat GKPI

Salam dari Departemen Apostolat GKPI

SALAM DARI DEPARTEMEN APOSTOLAT GKPI

Dengan sukacita kami mengucapkan SELAMAT memasuki bulan Desember bagi kita sekalian.Pada bulan Desember ini tentu kita akan disibukkan dengan Perayaan Natal, di mana kita akanmengingat-rayakan kelahiran Yesus Kristus, Juruselamat dunia. Tema Perayaan Natal yangdigulirkan PGI tahun 2018 ini adalah YESUS KRISTUS HIKMAT BAGI KITA (1 Korintus1:30a). Tentu kita akan merenungkan tema ini dalam berbagai perayaan Natal baik di gereja,kantor-kantor, komunitas-komunitas Kristen dan juga di tempat-tempat lainnya. Namun secarakhusus di GKPI tema bulanan GKPI pada Desember 2018 ini sebagaimana dalam AlmanakGKPI, adalah: “Immanuel: Allah Menyertai Kita yang didasarkan pada Matius 1:23:“Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak lagi-lagi, danmereka akan menamakan Dia Immanuel: Allah Menyertai Kita" Doa dan harapan kami semogasaudara-saudara pengunjung blog ini semakin diberkati oleh Tuhan dan senantiasa bersukacitadalam perayaan Natal ini. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan oleh saudara-saudara untuk mengunjungi blog ini. Tuhan memberkati.

(KADEP Apostolat: Pdt. Humala Lumbantobing, MTh)


Tentang Departemen Apostolat GKPI silahkan klik di sini...

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Rabu, 12 Desember 2018


KEDATANGAN TUHAN YANG PENUH SUKACITA
Pada waktu itu orang akan mmeliha Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.” (Lukas 21:27)
               
Akhir-akhir ini jikalau kita lihat di televisi, banyak sekai kejadian dan bencana yang ama memilukan, baru saja kita mendengar berita gempa tsunami di Palu dan Donggala, lalu  dilanjutkan lagi dengan peristiwa tragis kecelakaan pesawat Lion Air  yang jatuh ke sebuah laut yang menewaskan banyak orang, dan banyak sekali bencana lain. Tentu ini menimbulkan berbagai persepsi dan ketakutan masyarakat seolah-olah dunia sebentar lagi akan berakhir. Tidak sedikit orang-orang mengatakan bahwa semua bencana yang terjadi adalah tanda-tanda kiamat dan merasa masih berdosa di dunia ini. Akan tetapi ini tidak berlaku bagi orang Kristen.
Firman Tuhan hari ini ingin mengajarkan kita bahwa kita tidak perlu cemas dan takut akan apa yang terjadi pada masa yang akan datang. Karena sesuai nubuatan firman Tuhan, bahwa Yesus memang harus datang kembali, bukan lagi sebagai seorang bayi yang dibungkus dengan lampin, melainkan sebagai raja yang memiliki kekuasaan dan kemuliaan dan datang dalam awan. (Lukas 21: 27). Jangan lupa, bahwa sebelum Yesus naik ke surga meninggalkan dunia, Dia sudah terlebih dahulu menyelematkan manusia dan seluruh dunia dari belenggu dosa. Ketika di kayu salib, Dia sudah terlebih dahulu mendeklarasikan keselamatan dunia oleh bilur-bilur-Nya sambil mengatakan ”sudah selesai”. Selesailah sudah dosa-dosa kita dunia sudah dibayar dengan pengorbanan-Nya. Dan akhirnya, setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan beroleh hidup yang kekal (Yoh.3:16).
Saudara yang dikasihi Sang Bapa, apakah saudara merasa hidupmu masih bergelimang dosa dan tidak pantas di hadapan Tuhan? Apakah ketika melihat tanda-tanda dunia yang semakin menua membuat saudara takut dan cemas? Saatnya lah bertobat dan segera berbalik ke jalan-Nya yang benar. Bukankah Dia mengatakan, ‘Akulah jalan, dan kebenaran, dan hidup, tidak seorang yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yoh.14.6). Karena orang yang diselamatkan adalah orang yang menerima dan mengakui Dia sebagai Juru selamat. Oleh karena itu, kedatangan Tuhan bukanlah sesuatu yang menakutkan akan tetapi menjadi sukacita yang besar bagi kita yang percaya kepada-Nya. Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang? Marilah terus berjaga-jaga dan setia sampai akhir walaupun banyak tantangan dosa yang menggoda. Agar ketika tiba masanya, kita akan diberikan mahkota kehidupan.
                                                                                                                                                   PT
DOA: Bapa Surgawi, terima kasih sudah menyelamatkan kami dari belenggu dosa,
ingatkanlah kami selalu untuk tetap berjuang dan setia kepadaMu sampai dunia akan berakhir. Amin
Kata-kata Bijak:
Seperti pengantin wanita yang menantikan kedatangan Pengantin Pria, demikianlah orang percaya menantikan Tuhannya.



Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Selasa, 11 Desember 2018


ALLAH YANG MENYELAMATKAN
Maka engkau, janganlah takut, hai hamba-Ku Yakub, janganlah gentar, hai Israel! Sebab sesungguhnya, Aku menyelamatkan engkau dari tempat jauh dan keturunanmu dari negeri pembuangan mereka. Yakub akan kembali dan hidup tenang dan aman,
dengan tidak ada yang mengejutkan.” (Yeremia 46:27)

Dalam hidup ini ada hal-hal tertentu yang penting yang tidak mungkin diselesaikan/diatasi oleh sembarang orang kecuali oleh ahlinya. Bila sebuah mobil yang mengalami kerusakan mesin yang amat serius dibawa kepada seorang tehnisi yang tidak punya pengalaman memperbaiki mesin rusak, bisa mengakibatkan kerusakan yang semakin parah. Uang habis, kepala pusing, namun mesin tak kunjung pulih. Begitulah kalau kita datang bukan pada ahlinya yang bisa menyelesaikan persoalan yang kita hadapi. Malaikat Tuhan bisa saja memberitakan kepada Maria bahwa ia akan mengandung dan melahirkan, tetapi seorang malaikat tidak dapat menyelamatkan manusia. Hanya Yesus yang dapat menebus serta menyelamatkan manusia.
Nas kita saat ini merupakan bagian nubuatan tentang bangsa-bangsa lain. Nubuatan ini dimulai dengan Mesir, tetangga terdekat yang menggoda Yehuda untuk dijadikan tempat mencari pertolongan dari belenggu penjajahan Babel. Yeremia mengingatkan Yehuda agar mempercayakan nasib mereka hanya pada Allah saja, karena Mesir adalah korban pasukan Babel berikutnya. Secara rinci, Yeremia menubuatkan kekalahan Mesir yang memalukan dan kehancurannya yang tak terpulihkan (lih.ay.3-12). Kemenangan Babel digambarkan sedemikian dasyat (ay.13-26). Kabar tentang takluknya Mesir oleh keperkasaan Babel ini melemahkan pengharapan Yehuda akan peluang mereka untuk pulang dari pembuangan di Babel. Oleh karena itu, Yeremia memastikan masa depan bangsa Israel sesuai dengan janji Allah (ay.27-28). Bangsa Israel yang berada dalam pembuangan pada waktu itu, akan diselamatkan oleh Tuhan apabila mereka berpengharapan serta mengandalkan Tuhan.
Betapa sering kita masuk kedalam masalah, kita terperangkap, kita merasa terpojok dalam hidup ini, maka mata kita yang pertama adalah mencari gunung mana yg bisa kita andalkan untuk kita minta tolong. Gunung orang kayakah, Gunung koneksikah (teman-teman kita), bahkan kita sering mengandalkan gunung kita sendiri (mengandalkan Kekuatan kita sendiri). Namun melalui nas kita saat ini, kita diingatkan agar kita senantiasa datang kepada Tuhan dengan penuh kerendahan hati, mengakui kelemahan, dan percaya apapun tantangan serta persoalan yang kita hadapi, Allah akan menolong dan menyelamatkan kita.
                                                                                                                                      JWR
DOA: YA Allah Bapa kami yang di surga, ajar kami agar senantiasa tunduk kepada-Mu, Tuhan yang menyelamatkan. Amin.

Kata-kata Bijak:
“Pertolongan-Nya tidak pernah terlambat untuk menyelamatkan kita.”



BERITA DALAM FOTO...






Foto bersama Kepala-kepala Departemen Gereja-gereja Anggota United Evangelical Mission (UEM) Regional Asia di sela-sela Workshop, 20-23 Februari 208 di Rentreat Center GBKP, Suka Makmur, Sibolangit. Workshop ini dipimpin oleh Claudia Wahrisch-Oblau, yang membidangi Misi dan Penginjilan UEM dari Wuppertal Jerman. Workshop ini bertujuan untuk mengupdate konteks penginjilan dewasa ini, khususnya di Asia dan bagaimana Gereja-gereja anggota UEM membangun strategi PI yang relevan pada masa kini.

Artikel Rohani

OKULTISME SEBAGAI TANTANGAN GEREJA
Pdt. Humala Lumbantobing, MTh

Akhir-akhir ini kita masih dikejutkan dengan isu-isu Begu Ganjang (har., hantu yang panjang) yang terjadi di beberapa daerah. Isu-isu tersebut nampaknya membuat masyarakat cemas dan takut sebab isu tersebut sering berekpansi ke berbagai daerah  dan nampaknya hal tersebut sulit dibendung. Sebenarnya isu tersebut sudah ada sejak lama di Tanah Batak atau Sumut khususnya. Sebelum masuknya kekristenan ke tanah Batak begu (hantu) yang satu ini ........baca selanjutnya......