Departeman Apostolat GKPI

Salam dari Departemen Apostolat GKPI

SALAM DARI DEPARTEMEN APOSTOLAT GKPI

Dengan penuh sukacita kami mengucapkan SELAMAT memasuki bulan April bagi kita sekalian. Memang sepertinya kita tidak begitu sukacita menjalani bulan ini sebab sejak tanggal 2 Maret 2020 Presiden Jokowi mengumumkan adanya mulai terinfeksi secara positif Covid-19 bagi warga negara kita. Oleh karena itu hingga bulan April ini kita masih menghadapi sebuah bencana nasional bersifat wabah yaitu dengan merebaknya virus covid-19 yang membuat kita berada dalam kecemasan, ketakutan dan kekuatiran, di mana hingga kini pernyebaran virus tersebut terus meningkat. Namun jika dihadapkan dengan tema bulanan GKPI pada April 2020 ini nampaknya kita memperoleh kekuatan karena pengorbanan Yesus Kristus bagi orang berdosa. Dalam Almanak GKPI tema bulan April ini adalah: “Pengorbanan Kristus Bagi Kita” yang didasarkan pada 1 Petrus 2:24: “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran." Dengan tema tersebut kita memahami arti dan makna kematian Kristus bagi kita. Tema ini justru bergema pada Jumat Agung yang mengingatkan kita bahwa karena kasih karunia Allah telah menganugerahkan Anak-Nya yang tunggal, Yesus Kristus kepada kita supaya kita hidup. Doa dan harapan kami semoga saudara-saudara pengunjung blog ini semakin diberkati oleh Tuhan. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan. Syalom Tuhan Yesus Memberkati.

(KADEP Apostolat: Pdt. Humala Lumbantobing, MTh)


Tentang Departemen Apostolat GKPI silahkan klik di sini...

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Minggu, 31 Mei 2020


HIDUP DIPIMPIN OLEH ROH
“Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh” (Galatia 5:25).

                Orang buta memerlukan pemandu jalan agar orang buta dapat sampai pada tujuan yang dituju. Jika pemandunya baik maka selamatlah mereka berdua, tapi jika yang menuntun orang buta itu adalah orang buta juga maka mereka akan terjatuh dan akan sangat sulit untuk dapat sampai ketujuan mereka dengan selamat. 
                Keinginan daging berlawan arah dengan keinginan Roh. Keinginan daging mengarahkan manusia pada kesenangan sesaat namun pada akhirnya mendatangkan celaka dan penyesalan. Berbeda dengan keinginan Roh, sulit untuk dilakukan namun ketika dilakukan dengan tekun maka pada akhirnya akan memberi hadiah yang besar yaitu kebahagian yang kekal. Dengan alasan itu, Rasul paulus menuntun agar setiap jemaat yang ada di Galatia hidup dalam pimpinan Roh Kudus dan tidak lagi mengikuti keinginan daging yang akan membawa mereka pada kebinasaan dan hukuman Allah. Orang Yahudi dan penyesat datang membawa ajaran yang mempengaruhi keimanan Jemaat di Galatia. Penyesatan melalui ajaran dan budaya mereka akhirnya mempengaruhi keadaan jemaat di sana. Melihat hal itu, maka Rasul Paulus mengingatkan  kembali jemaat, agar berhati-hati dan tetap berpegang pada Injil dan hidup di dalam pimpinan Roh Allah.
                Dunia ini adalah kegelapan karena itu Dunia memerlukan Terang yang menuntun jalan kita agar tidak terjatuh dan tersesat. Siapakah terang itu? Firman Tuhan adalah terang bagi jalan hidup kita, dan Tuhan adalah terang yang melebihi matahari, karena itu hiduplah dalam pimpinan Tuhan agar terang-Nya yang Ajaib senantiasa menyinari setiap langkah hidupmu dan mengusir segala kegelapan yang selama ini menguasai kita. Sudah saatnya bagi orang percaya hidup sebagaimana fungsi yang telah dinyatakan Yesus, “Kamu adalah Terang Dunia”. Melalui kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus kita membuahkan segala kebaikan dan hidup kita akan menjadi kesaksian dan terang yang mampu mengusir kegelapan orang lain. (JHTB)
                                                                               Nyanyian K.J No. 379:1+5
DOA: Bapa Terkasih, berilah Roh KudusMu, dan pimpinlah aku dalam kehidupanku. Amin.
Kata-kata Bijak :
Pemimpin yang berhasil adalah ketika hidup mereka mau
dipimpin oleh Roh Allah.

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Sabtu, 30 Mei 2020


KEAGUNGAN SANG PENCIPTA
“Betapa banyak perbuatan-Mu, ya Tuhan, sekaliannya Kau jadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu”.
(Mazmur 104:24)

                Apabila kita merenungkan kemahakuasaan Tuhan di dalam kehidupan ini, pastilah kita kagum akan segala perbuatan Tuhan. Mazmur 104 adalah nyanyian mengenai Allah yang menciptakan segala sesuatu dan pemeliharaan atas hasil pekerjaan-Nya. Mazmur ini menekankan keterlibatan Allah dengan segala hal yang telah diciptakan-Nya, karena Ia tinggal di dunia serta menopangnya. Apa yang terus dilakukan oleh Allah di alam semesta ini mencerminkan kemuliaan-Nya.
                Apabila mata menatap langit, manusia mengagumi sang Pencipta, karena sekalipun teknologi dan ilmu pengetahuan manusia sudah semakin canggih, tetapi manusia tidak dapat mengukur tingginya langit dari bumi, sedangkan bagi Allah, langit itu dibentangkan-Nya seperti seseorang membentangkan tenda (ay.2). Angin yang kencang dapat menjadi badai dan menghancurkan kehidupan manusia, tetapi bagi Allah, angin dan juga api seperti suruhan/pelayan bagi-Nya. Demikian halnya dengan makhluk hidup lainnya, baik tumbuhan dan binatang, semua dipelihara Allah, tidak ada tumbuhan dan hewan yang mati kelaparan.
                Semua dijadikan-Nya sungguh amat baik untuk kehidupan manusia, tetapi dosa manusia telah menghancurkan segalanya. Alam menjadi rusak dan mendatangkan bencana bagi hidup manusia, karena keserakahan manusia. Allah menghendaki kita untuk memuji dan mengagungkan-Nya, ketika mata kita menatap indah-Nya alam semesta dan mensyukuri anugerah-Nya dengan merawat dan memelihara ciptaan-Nya. Mari kita puji dan muliakan Tuhan dengan menjaga lingkungan di sekitar kita dan mengerjakan tugas dan tanggung jawab kita sebagai ciptaan-Nya yang diberi-Nya akal dan budi. (LCh)
                                                                                                      Nyanyian KJ.64:1-2

DOA: Bapa, ajarlah kami untuk memuji dan memuliakan-Mu, atas keagungan-Mu terhadap segala yang telah Engkau ciptakan bagi kami. Amin!
Kata-kata Bijak :
Alam semesta melukiskan keagungan Tuhan dan memberikan keindahan yang tak terbatas.

BERITA DALAM FOTO...






Foto bersama Kepala-kepala Departemen Gereja-gereja Anggota United Evangelical Mission (UEM) Regional Asia di sela-sela Workshop, 20-23 Februari 208 di Rentreat Center GBKP, Suka Makmur, Sibolangit. Workshop ini dipimpin oleh Claudia Wahrisch-Oblau, yang membidangi Misi dan Penginjilan UEM dari Wuppertal Jerman. Workshop ini bertujuan untuk mengupdate konteks penginjilan dewasa ini, khususnya di Asia dan bagaimana Gereja-gereja anggota UEM membangun strategi PI yang relevan pada masa kini.

Artikel Rohani

OKULTISME SEBAGAI TANTANGAN GEREJA
Pdt. Humala Lumbantobing, MTh

Akhir-akhir ini kita masih dikejutkan dengan isu-isu Begu Ganjang (har., hantu yang panjang) yang terjadi di beberapa daerah. Isu-isu tersebut nampaknya membuat masyarakat cemas dan takut sebab isu tersebut sering berekpansi ke berbagai daerah  dan nampaknya hal tersebut sulit dibendung. Sebenarnya isu tersebut sudah ada sejak lama di Tanah Batak atau Sumut khususnya. Sebelum masuknya kekristenan ke tanah Batak begu (hantu) yang satu ini ........baca selanjutnya......