Departeman Apostolat GKPI

Salam dari Departemen Apostolat GKPI
Dengan sukacita kami mengucapkan SELAMAT memasuki bulan Mei bagi kita sekalian. Pada bulan ini ada satu momen yang sangat penting dalam iman orang-orang percaya yaitu: Hari Kenaikan Yesus Kristus. Kiranya melalui Peristiwa Kenaikan Yesus Kristus di tahun ini iman kita semakin dikuatkan terutama kesehatian dan kesatuan untuk menjalankan kesaksian di tengah-tengah dunia ini. Selain itu kita juga diingatkan untuk membangun kesatuan dalam misi (United in Mission).Untuk itulah tema bulanan GKPI pada Mei 2018 ini sebagaimana diaturkan dalam Almanak GKPI adalah: “Satu Dalam Kristus Yesus” yang didasarkan pada terang nas Galatia 3:27-28: “Karena kamu semua, yang dibabtis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus. Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus." Doa dan harapan kami semoga saudara-saudara pengunjung blog ini memperoleh semangat baru untuk membangun kesatuan dalam misi Tuhan. Terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan oleh saudara-saudara untuk mengunjungi blog ini. Tuhan memberkati.
(KADEP Apostolat: Pdt. Humala Lumbantobing, MTh)


Tentang Departemen Apostolat GKPI silahkan klik di sini...

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Rabu, 23 Mei 2018


ROH YANG MENGHIDUPKAN
“Rohlah yang memberi  hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang  Kukatakan kepadamu adalah Roh dan Hidup” (Yohanes 6:63).

                Kita tahu bahwa dosa telah melekat pada keinginan daging manusia (dosa turunan) dari keberdosaan Adam manusia pertama yang cenderung melakukan hal yang bertentangan dengan keinginan atau kehendak Allah. Keiginan daging diidentifikasi sebagai bagian perseteruan dengan Allah karena upaya pemenuhan keinginan daging tersebut dilihat sebagai penumpukan hal yang mendukakan dan menimbun hal yang bertentangan dengan kehendak Allah. Keinginan Roh disejajarkan dengan pemenuhan kehendak Allah dan mendatangkan hidup.
                Melalui nas ini Yesus memberikan pengajaran kepada murid-muridNya tentang pekerjaan Roh dalam hidup orang-orang percaya. Sebelumnya Yesus menyebutkan bahwa Dia adalah roti hidup (Yoh.6:48). Yesus berkata: “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang kuberikan itu adalah daing-Ku, yang akan kuberikan untuk hidup dunia.” (Yoh.6:51). Nampaknya pengajaran seperti itu sangat keras dan membuat murid-murid-Nya bersungut-sungut (Yoh.6:60-61). Tetapi untuk menjawab sikap para murid, maka Yesus mengajarkan kepada mereka tentang peranan Roh. Sebab Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Artinya jika mereka percaya kepada Kristus, maka mereka akan memperoleh hidup. Jadi perananan Rohlah yang menjadikan hidup sebab Dia (Roh) itu bekerja dalam diri orang-orang percaya. Karena itu orang-orang percaya adalah sebagai orang yang sudah hidup di dalam Roh yang dari Kristus, sekaligus keberadaan Kristus di dalam hidup orang percaya menjadikan tubuh mati, tetapi Roh adalah kehidupan karena kebenaran. Artinya peran Roh menghidupkan kebenaran di dalam hidup orang percaya.  Sebagai orang percaya yang telah mengalami kelahiran baru di dalam Kristus, kita bukanlah dipanggil untuk memperlihatkan buah-buah daging  melainkan untuk menghasilan buah Roh sebagaimana yang telah dikehendaki oleh Tuhan (bnd. Gal.5:22).
                Firman Tuhan hari ini  sangat jelas menegaskan keberadaan Roh Allah yang diam dan bekerja di dalam kehidupan orang percaya. Roh itulah yang bekerja dalam hati umat sehingga percaya kepada Yesus Kristus. Roh itu jugalah yang membimbing dan mengingatkan kita sebagai orang percaya akan apa yang pernah diajarkan Yesus kepada kita. Bagaimana dengan kehidupan kita yang mendengarkan Firman Tuhan, apakah kita mengakui bahwa Roh Allah ada di dalam kita? Hendaklah dalam kehidupan kita sebagai orang percaya senantiasa  hidup dalam Roh dan mau dibimbing oleh Roh sehingga hidup kita berkenan di hadapan Allah. (KS).

DOA : Bapa Sorgawi, terima kasih atas pekerjaan Roh-Mu yang diam dalam hidup kami. Karena itu Bapa, biarlah kami sungguh-sungguh untuk menyambut Roh-Mu  untuk diam dalam hati kami masing-masing sehingga kami beroleh kebaharuan. Amin.

Kata-kata Bijak :
“Rasakanlah di dalam perjalanan hidupmu, bahwa Roh Tuhan  memberimu
 pembaruan, hikmat dan kekuatan.”

Renungan Harian Terang Hidup GKPI, Selasa, 22 Mei 2018

KAMU ADALAH BAIT ALLAH
“Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah Bait Allah dan Bahwa Roh Allah diam
di dalam kamu?” (1 Korintus 3:16).

                Berbicara tentang Bait Allah pikiran kita cenderung membayangkan sebuah bangunan yang memiliki arsitektur khusus yang dilengkapi dengan menara dan di atasnya ada salib. Bahkan kita membayangkan sebuah gereja yang dengan model yang dibawa oleh misionaris dari Eropa seperti yang kita lihat selama ini di tengah-tengah lingkungan kita. Tetapi suatu yang menarik melalui nas ini, Paulus menyebutkan orang-orang percaya di Korintus sebagai “Bait Allah.” Sebutan itu menjadi sangat menarik sebab orang-orang percaya di Korintus berada di tengah-tengah kota metropolitan yang diwarnai dengan perlilaku-perilaku yang menyimpang dari Firman Tuhan, khususnya tentang percabulan. Untuk menjaga kekudusan anggota jemaat di Korintus Paulus merasa perlu memberikan nasihat kepada mereka, agar mereka tetap menjaga kekudusan mereka di tengah-tengah banyaknya perilaku amoral di Korintus.
                Paulus menasihatkan: “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah Bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” Bait Allah adalah persekutuan orang-orang percaya (= gereja). Sebagai persekutuan orang-orang percaya maka Bait Allah harus mencerminkan sikap hidup dalam kekudusan, bukan menyerahkan tubuhnya untuk percabulan. Bait Alllah adalah tempat kediaman Allah dank arena itu kudus adanya. Dalam Surat 1 Korintus ini, kehadiran Allah di tengah-tengah umatnya di ungkapkan dalam kehadiran Roh-Nya. Bait Allah itu harus dipelihara. Bait Allah sebagai bangunan milik Allah tidak boleh dibinasakan atau dihancurkan dengan cara apapun. Bait Allah harus dijaga kemurniannya dan keberadaannya sebagai tempat yang menyatakan kebenaran Allah. Bait Allah itu Kudus. Bait Allah sebagai orang percaya dikatakan kudus karena mereka adalah milik Allah dan Allah berdiam  di dalam mereka.
                Melalui nas hari ini kita diingatkan tentang tubuh kita yang adalah bait Allah. Sering kita tidak menyadari bahwa suatu bangunan  harus didiami dan dibersihkan agar pikiran kotor tidak hinggap dalam diri kita. Demikianlah hendaknya tubuh kita ini, harus kita jaga dan pelihara kekudusannya. Di sisi lain, karena tubuh kita (orang percaya) adalah Bait Allah, itu berarti hidup kita harus kita persembahkan kepada Allah, bukan dengan menuruti hawa nafsu yang dapat menjauhkan kita dari Allah. Kita harus membiarkan Roh Allah yang berdiam di dalam  kita sehingga kehidupan kita berkenan kepada-Nya. Biarlah Roh Allah berdiam dalam hidupmu dan bukalah pintu hatimu untuk didiami-Nya. Isilah hatimu dengan Firman lewat pembacaan Alkitab, mendengarkan khotbah di Gereja dan persekutuan lainnya, supaya hidupmu menjadi sehat dan segar dan kuat  karena ditopang hubungan yang erat dengan Tuhan. (KS).

DOA : Ya Allah Bapa Kami, biarlah Rohul Kudus-Mu berdiam di dalam hati kami, supaya kami dibaharui  dan disucikan sehingga hidup kami berkenan di hadapan-Mu.Amin.


Kata- Kata Bijak:
 Tubuh orang-orang percaya adalah Bait Allah yang harus dijaga dan dirawat